
OJK Larang Eks Broker Beraktivitas 10 Tahun
10 menit yang lalu
Lalu Hadrian menekankan pemerataan akses digital, peningkatan kompetensi guru, dan perlindungan anak.
Terbit · 1 min read

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta akses teknologi pendidikan menjangkau peserta didik di seluruh Indonesia, bukan hanya mereka yang tinggal di perkotaan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu dalam keterangan yang diterima di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Pernyataan tersebut berkaitan dengan penerimaan penghargaan Tokoh Nasional Penguatan Literasi Digital dalam Bidang Pendidikan dari Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia. Penghargaan itu diberikan dalam Temu Nasional Apsipol 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada Selasa (3/11/2026).
Dalam orasi ilmiah bertajuk “Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional, Pembelajaran Digital, dan Perlindungan Anak”, Lalu menyebut penguatan pendidikan nasional, transformasi digital, dan perlindungan anak sebagai tiga aspek yang saling berkaitan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
Ia mengatakan perkembangan teknologi perlu diimbangi pemerataan akses pendidikan digital, penguatan literasi digital, dan peningkatan kemampuan guru. Kompetensi yang disebutnya perlu diperkuat mencakup penguasaan teknologi, koding, dan kecerdasan buatan.
Lalu mengingatkan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan tidak seharusnya memperlebar kesenjangan antarwilayah, khususnya bagi peserta didik di daerah terpencil dan kepulauan. Dalam keterangannya yang dikutip ANTARA, ia mengatakan, “Jangan sampai kemajuan teknologi justru memperlebar kesenjangan pendidikan. Kita harus memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses dan manfaat dari transformasi digital.”
Selain pemerataan akses dan kompetensi guru, ia menekankan perlunya perlindungan data, keamanan ruang digital, serta penghormatan terhadap hak dan martabat anak dalam pemanfaatan teknologi.
Lalu berharap pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga menghadirkan sistem yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan. Ia juga mengatakan penguatan pendidikan, transformasi digital, dan perlindungan anak perlu berjalan beriringan.