
Sumpah Pemuda 2026 Bukan Hari Libur Nasional
12 menit yang lalu
Pemeriksaan menemukan kerusakan struktur rumah Tasya, termasuk retakan dan penurunan permukaan area kolam renang.
Terbit · 1 min read

Rumah Tasya Farasya mengalami keretakan meski belum genap setahun ditempati. Menurut laporan CNNIndonesia.com, pemeriksaan awal menemukan dugaan kesalahan pengerjaan pada beberapa bagian struktur rumah.
Tasya mengungkapkan kondisi rumahnya melalui Instagram pada Sabtu (24/10/2026). Pemeriksaan menemukan masalah pada sambungan kolom dan dinding, sementara area kolam renang juga dilaporkan mengalami penurunan permukaan.
Dalam unggahan tersebut, Tasya mengatakan sejumlah bagian rumah retak dan menyebut bagian yang seharusnya menggunakan besi ditemukan memakai kayu. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab perbedaan bahan itu.
Tasya juga mengatakan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Dengan nada bercanda, ia menyebut biaya itu mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Hasil pemeriksaan menemukan sambungan antara kolom dan dinding bata ringan atau hebel tidak dilengkapi besi penghubung. Dinding di sisi kolom dilaporkan ikut retak, bahkan ada bagian yang terpisah.
Mengutip detikProperti, penurunan permukaan kolam renang terlihat dari posisi lantai marmer yang berada di bawah garis cat, meski pengecatan disebut baru dilakukan sekitar tujuh bulan sebelumnya. Pihak yang memeriksa menduga pengerjaan tidak sesuai standar atau gambar arsitek.
Perbaikan langsung dilakukan setelah pemeriksaan, termasuk dengan membongkar sejumlah bagian untuk mengecek struktur bangunan. Tasya mengatakan pekerjaan konstruksi terdengar sepanjang hari hingga pukul 22.00 dan ia mendapat informasi retakan dapat muncul lagi di lokasi lain.
Pembangunan rumah itu berlangsung sekitar enam tahun sejak 2020. Rumah empat lantai tersebut kini kembali menjalani perbaikan untuk menangani kerusakan.