
Sumpah Pemuda 2026 Bukan Hari Libur Nasional
13 menit yang lalu
OJK menyebut pasar modal membaik setelah tekanan akibat pernyataan MSCI, dengan IHSG naik 4,9 persen dalam sepekan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pergerakan pasar modal Indonesia membaik setelah tertekan signifikan pada 16 Oktober 2026 akibat pernyataan mendadak dari MSCI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 4,9 persen sepanjang perdagangan 19-23 Oktober 2026.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (26/10/2026).
Hasan mengatakan, IHSG sempat turun tajam hingga menyentuh posisi terendah 4.907,37 pada Senin (19/10/2026). Setelah itu, indeks berbalik menguat signifikan dan menutup perdagangan pekan lalu di posisi 5.492.
Menurut Hasan, penguatan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah tekanan yang sebelumnya melanda pasar modal Indonesia. Menurut laporan yang sama, sepanjang pekan lalu IHSG tercatat sebagai indeks berkinerja terbaik dibandingkan indeks bursa global lainnya.
Ia menjelaskan, OJK bersama pemangku kepentingan pasar modal telah mengambil sejumlah langkah untuk merespons perkembangan tersebut. Langkah itu mencakup penerapan kebijakan penolakan otomatis bawah (ARB) serta kebijakan pembelian kembali saham yang masih diberlakukan.
OJK juga menggelar pertemuan dengan pelaku pasar, rekan-rekan media, serta investor domestik dan global. Pertemuan itu bertujuan membahas kondisi pasar sekaligus memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Hasan menambahkan, OJK terus mengawasi pergerakan pasar dari waktu ke waktu untuk memantau perkembangan kondisi pasar modal Indonesia.
Melalui langkah-langkah itu, OJK berupaya memastikan informasi mengenai kondisi pasar tersampaikan secara faktual kepada publik dan investor, di tengah dinamika pasar modal yang masih menjadi perhatian.