
Sumpah Pemuda 2026 Bukan Hari Libur Nasional
14 menit yang lalu
Penelusuran pakar menemukan penyusupan di sembilan institusi; pengelola disarankan memperkuat keamanan situs.
Terbit · 2 min read

Sejumlah situs jurnal ilmiah milik institusi resmi di Indonesia disusupi iklan judi online. Menurut laporan CNNIndonesia.com, pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya menemukan sembilan institusi terdampak.
Penelusuran Alfons dilakukan pada awal Oktober dan mencakup institusi di delapan provinsi. Tujuh dari sembilan kasus ditemukan pada situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah.
Alfons menilai pelaku memanfaatkan reputasi domain kampus yang kerap dikunjungi dan dijadikan rujukan ilmiah. Reputasi tersebut membuat situs berpotensi menjadi wadah iklan yang efektif.
Dalam laporannya, Alfons menjelaskan bahwa situs dapat menampilkan konten berbeda saat dibuka langsung dan melalui pencarian Google. Menurut dia, kasus ini sulit disadari karena adanya pengalih tersembunyi yang hanya aktif ketika pengunjung datang melalui mesin pencari Google.
Akibat mekanisme tersebut, pengelola bisa tidak menyadari situsnya mengarahkan pengguna ke situs judi online ketika ditemukan melalui Google. Laporan itu menyebut seluruh situs terdampak menampilkan merek judi online yang sama dengan pola kalimat serupa.
Untuk mencegah penyusupan, Alfons menyarankan pengelola memperbarui perangkat lunak, menggunakan kata sandi yang kuat, dan mengaktifkan autentikasi dua faktor. Ia juga menyebut sebagian situs korban masih menggunakan aplikasi yang didukung, sehingga akun pengelola yang bocor kemungkinan menjadi pintu masuk.
Alfons juga menemukan kebanyakan situs jurnal yang ditelusuri tidak mencantumkan kontak tim tanggap insiden siber. Menurutnya, kontak tersebut memudahkan pengguna melaporkan temuan kepada pengelola.
Pengelola dapat memeriksa hasil pencarian dengan mengetikkan `site:namadomain.ac.id slot` atau `site:namadomain.go.id togel` di Google. Jika ditemukan halaman terkait judi online atau penyusupan lain, Alfons menyarankan pengelola memperbarui perangkat lunak, memeriksa plugin dan tema, serta menghapus berkas dan akun yang tidak dikenal.
Ia juga menyarankan menonaktifkan subdomain yang tidak terpakai, mengganti kata sandi panel pengelola, hosting, dan basis data, serta mendaftarkan situs di Google Search Console untuk menghapus halaman judi dari hasil pencarian. Alfons mengingatkan, "Menghapus halamannya saja kerap tidak cukup karena sumber masalahnya bukan di tampilan situs, melainkan kelemahan lain yang harus ditutup. Kalau pintunya masih terbuka, ya penyusupnya akan datang lagi."