
KemenPPPA Catat Kenaikan Peran Perempuan
15 menit yang lalu
Kepala BNPT mengajak pelajar merawat kebinekaan melalui sikap saling menghargai dan menolak perundungan.
Terbit · 1 min read

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengingatkan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada generasi muda yang mengutamakan persatuan di tengah perbedaan. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan pesan itu saat dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu (28/10/2026).
Eddy menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk maju, tetapi perlu didukung semangat kebersamaan dan kepedulian. Pesan kebangsaan tersebut juga disampaikan kepada pelajar dalam Kemah Kebangsaan BP2M di Jakarta pada Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” itu, Eddy mendorong peserta memperkuat persaudaraan, menjunjung keadilan, dan membiasakan dialog. Ia mengatakan diskriminasi dan kekerasan tidak boleh digunakan untuk menyelesaikan persoalan.
Menurut laporan ANTARA, Eddy menyebut sikap sehari-hari seperti menghormati teman yang berbeda keyakinan atau latar belakang, mendengarkan pendapat lain, dan menolak perundungan sebagai cara merawat persatuan.
Salah seorang peserta, Biru, mengatakan akan membawa pelajaran dari kegiatan itu ke lingkungan sekolah, terutama dalam membangun pertemanan yang saling menghargai. “Setelah kegiatan ini saya akan lebih menghargai perbedaan yang ada di lingkungan kelas maupun sekolah seperti perbedaan suku,” tutur Biru.
Biru juga mengajak sesama pelajar menjauhi perundungan, kekerasan fisik, dan tindakan yang dapat merusak mental teman. Laporan yang sama menyebut Eddy mengingatkan bahwa perbedaan suku, kebiasaan, atau pendapat bukan alasan untuk saling menjauh.
BNPT juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menggunakan media digital, termasuk tidak mudah terpancing provokasi, tidak menyebarkan kebencian, dan memeriksa informasi sebelum membagikannya. Nilai kebangsaan, menurut laporan tersebut, perlu diterapkan dalam perilaku sehari-hari.
BNPT mendorong kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat agar toleransi, keadilan, serta sikap antikekerasan tumbuh menjadi kebiasaan. Pelajar juga diajak mulai dari lingkungan terdekat dengan menghargai teman dan memilih dialog daripada permusuhan.