
KemenPPPA Catat Kenaikan Peran Perempuan
16 menit yang lalu
Menlu Vatikan menyatakan Tahta Suci tetap mendukung solusi dua negara meski ada penolakan politisi Israel.
Terbit · 1 min read

Menteri Luar Negeri Vatikan Uskup Agung Paul Richard Gallagher menyatakan Tahta Suci akan terus mendukung dengan tegas opsi solusi dua negara di Timur Tengah. Menurut laporan ANTARA, pernyataan itu disampaikan kepada para jurnalis asosiasi jurnalis asing di Roma.
Gallagher berbicara pada Selasa (27/10/2026) dan juga menanggapi berbagai pertanyaan tentang sejumlah isu internasional. Ia menjabat sekretaris Vatikan untuk Hubungan dengan Negara-negara dan Organisasi Internasional.
Gallagher menegaskan bahwa Tahta Suci akan terus memperjuangkan pembentukan dua negara, meskipun ada penolakan di kalangan tokoh oposisi Israel selama masa kampanye pemilu. Menurut dia, Israel telah lama berada dalam suasana kampanye pemilu, sehingga tidak realistis mengharapkan politisi oposisi mendukung usulan itu secara terbuka.
Ia menekankan bahwa penolakan sejumlah tokoh politik Israel tidak berarti komunitas internasional telah menarik dukungannya terhadap solusi dua negara. Menurut laporan yang sama, Gallagher menyebut usulan itu masih mendapat dukungan internasional yang cukup besar, tetapi ia mengakui keadaan saat ini membuat implementasinya tidak mungkin terwujud.
Gallagher juga menggarisbawahi bahwa perbaikan kondisi di Tepi Barat yang diduduki sangat penting untuk mencapai kemajuan berarti menuju penyelesaian. Selain itu, menurut dia, masalah yang berkaitan dengan Jalur Gaza perlu ditangani dan diselesaikan.
Terkait konflik Rusia dan Ukraina, Gallagher mengatakan Vatikan tidak menganggap dirinya memiliki peran dalam negosiasi gencatan senjata di Oleshky, wilayah selatan Ukraina yang diduduki Rusia.
Paus Leo XIV baru-baru ini bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Menurut Gallagher, dalam pertemuan itu Vatikan memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangannya kepada kedua pihak.
Gallagher mencatat bahwa tidak ada pihak yang menginginkan Vatikan bertindak langsung sebagai mediator atau fasilitator. Menurut dia, kedua pihak lebih memilih agar Vatikan mengambil peran yang bersifat mendukung.