
Lima Kecenderungan yang Dikaitkan dengan Penggemar Horor
10 menit yang lalu
Meutia mengapresiasi Sekolah Rakyat dan mengajak masyarakat mendukung program tersebut.
Terbit · 1 min read

Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), Meutia Farida Hatta Swasono, mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang menurutnya menjalankan amanat Pasal 34 UUD 1945. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu setelah acara puncak peringatan Hari Pahlawan 2026 di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta, Senin (2/11/2026) malam.
Meutia mengatakan dirinya terharu karena Pasal 34 turut disusun oleh ayahnya, Mohammad Hatta. Ia menilai program yang dijalankan Kementerian Sosial itu menjadi wujud pelaksanaan amanat konstitusi tersebut.
Menurut Meutia, program itu menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera dengan penghasilan orang tua di bawah Rp1 juta. Ia juga mengaku tersentuh mendengar kisah anak yang sebelumnya terbiasa makan sekali sehari dan kini mendapat makanan tiga kali sehari di asrama Sekolah Rakyat.
Meutia mengajak masyarakat membantu pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kerja jajaran Kementerian Sosial patut diapresiasi, berdasarkan pengalamannya sebagai Guru Besar Universitas Indonesia dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan.
Ia juga mendorong masyarakat dengan beragam keahlian dan latar belakang untuk mendukung Sekolah Rakyat secara nasional. Menurut Meutia, program itu diharapkan membantu memutus rantai kemiskinan dan mencerdaskan anak-anak.
ANTARA melaporkan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberi akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, Desil 1–4, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Program tersebut mengintegrasikan layanan seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.
Menurut data Kementerian Sosial yang dikutip dalam laporan yang sama, 182 titik Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun terintegrasi, telah beroperasi dan menampung 44 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas itu didukung ribuan guru, wali asrama, dan wali asuh.
Laporan ANTARA juga menyebut 100 Sekolah Rakyat telah memiliki gedung permanen. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 sekolah permanen hingga 2029.