
Zulhas Tak Usulkan MBG Diganti Uang Rp300 Ribu
10 menit yang lalu
Netanyahu membantah berselisih dengan kepala staf militer soal usulan operasi ke Iran menjelang pemilu.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut terlibat cekcok dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Eyal Zamir soal usulan operasi militer yang dapat memicu kembali perang dengan Iran. Perselisihan itu disebut terjadi menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.
Kabar tersebut bersumber dari laporan media Channel 12. Menurut laporan itu, Zamir meminta pembahasan terperinci serta otorisasi hukum tertulis dari para pemimpin politik sebelum melaksanakan instruksi mereka.
Laporan itu tidak mengungkap sifat operasi yang dimaksud.
Laporan yang sama menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan militer bahwa para pemimpin politik mungkin memanfaatkan ketegangan dengan Iran demi keuntungan elektoral menjelang pemilu.
Seorang pejabat keamanan memperingatkan bahwa operasi itu bisa dengan cepat meningkat menjadi konfrontasi dengan Iran dan berujung pada kesalahan perhitungan di saat yang sangat sensitif.
Dalam sebuah wawancara, Netanyahu membantah adanya perselisihan dengan Zamir. Menurut Anadolu Agency yang dikutip CNN Indonesia, Netanyahu menyatakan bahwa tidak ada konfrontasi.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu mengatakan telah menginstruksikan badan intelijen Mossad dan militer untuk berupaya menggulingkan pemerintah Iran. Menurut laporan yang sama, tidak jelas apakah operasi yang tidak diungkapkan itu berkaitan dengan instruksi tersebut.
Netanyahu juga mengeklaim Iran telah melanjutkan program nuklirnya dan menggambarkan pemilu kali ini sebagai pertaruhan bagi kelangsungan hidup Israel.
Sebelumnya, Netanyahu mengunggah gambar ledakan nuklir di atas Tel Aviv yang dibuat dengan kecerdasan buatan, disertai peringatan mengenai kemungkinan Iran memperoleh senjata nuklir. Para pemimpin partai oposisi, seperti Gadi Eisenkot dan Yair Golan, menuduhnya sengaja menyebarkan ketakutan dan kepanikan menjelang pemungutan suara.