
Rutinitas Ibadah dan Pengelolaan Stres
14 menit yang lalu
Netanyahu mengangkat isu Iran dalam kampanye saat blok oposisi diperkirakan menantang koalisinya.
Terbit · 1 min read

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengangkat ancaman Iran menjelang pemilihan umum Israel pada Selasa (27/10/2026), saat blok oposisi diperkirakan bersaing ketat dengan koalisinya. Menurut laporan CNBC Indonesia, sejumlah jajak pendapat menunjukkan oposisi unggul tipis.
Netanyahu mengunggah gambar buatan kecerdasan buatan yang menggambarkan awan jamur nuklir menghancurkan Tel Aviv. Dalam unggahan itu, ia memperingatkan pemilih tentang ancaman senjata nuklir jika mereka memilih oposisi.
Channel 12 melaporkan Netanyahu berselisih dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dalam beberapa hari terakhir. Perselisihan itu disebut berkaitan dengan instruksi militer yang rinciannya tidak diungkapkan dan berpotensi memicu konflik langsung dengan Iran.
Menurut laporan yang sama, Zamir meminta instruksi tersebut diberikan secara tertulis. Netanyahu membantah laporan itu, sementara Kementerian Pertahanan Israel menyatakan tidak memiliki rencana melancarkan operasi militer terhadap Iran.
CNN melaporkan Netanyahu berupaya membujuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar kembali menyerang Iran dalam beberapa pekan terakhir. Laporan itu menguatkan pemberitaan Financial Times bahwa Trump menolak serangan baru sebelum pemilihan anggota Kongres AS yang dijadwalkan pekan berikutnya.
Pasukan Pertahanan Israel menyatakan setiap keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan keamanan, profesional, objektif, dan nasional. Pernyataan tersebut tidak secara tegas membantah pemberitaan mengenai kemungkinan operasi militer.
Pemimpin blok oposisi Gadi Eisenkot menyatakan kepercayaannya kepada Zamir dan menolak militer dijadikan alat kampanye Netanyahu. The Guardian melaporkan Eisenkot menyampaikan bahwa oposisi tidak akan membiarkan militer menjadi pion dalam upaya Netanyahu mempertahankan kekuasaan.
Jajak pendapat memperkirakan oposisi dapat meraih lebih banyak kursi di Knesset, tetapi kedua kubu diperkirakan sulit mencapai 61 kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas. CNBC Indonesia juga melaporkan Netanyahu menghadapi persidangan atas tuduhan korupsi dan mengandalkan dukungan terbuka Trump pada tahap akhir kampanye. Menurut survei yang dikutip dalam laporan tersebut, 64 persen responden mengatakan dukungan Trump tidak memengaruhi pilihan mereka.