
Didik Nini Thowok Ingatkan Generasi Muda soal Napak Lemah
11 menit yang lalu
Gubernur Pramono Anung menyatakan sekolah di Jakarta tetap masuk meski ada demonstrasi di Bundaran HI.
Terbit · 2 min read

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal dan belum ada PJJ, meski aksi demonstrasi direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Rabu (28/10/2026), menurut laporan CNN Indonesia.
Pramono menyampaikan hal itu di Balai Kota, Jakarta Pusat. "Hari ini belum ada PJJ (Pelajaran Jarak Jauh), jadi tetap masuk seperti biasa," ujarnya. Ia berharap ekspresi demokrasi yang ditampilkan dalam aksi itu berlangsung dengan baik.
Pramono menekankan bahwa Jakarta milik bersama sehingga perlu dirawat bersama-sama. Ia menghormati demonstrasi sebagai bagian dari hak demokrasi masyarakat yang dilindungi UUD sebagai hak mengeluarkan pendapat, tetapi berharap aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan warga lainnya.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap, sungguh berharap bahwa demo yang terjadi apakah hari ini atau selanjutnya itu bisa berlangsung dengan baik, tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan publik," ungkap Pramono.
Menurut laporan yang sama, sehari sebelumnya Pramono juga berharap demonstrasi berlangsung nyaman. Dalam pernyataannya di Jakarta Utara, Selasa (27/10/2026) malam, ia menyinggung penjagaan yang akan dilakukan kepolisian dengan bantuan TNI.
Sejumlah organisasi mahasiswa, di antaranya BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Diponegoro, dan BEM Universitas Brawijaya, akan menggelar Aksi #IndonesiaSadar di Bundaran HI pukul 14.00 WIB. Aksi itu membawa lima tuntutan untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni penetapan status bencana nasional, perwujudan APBN untuk kepentingan rakyat, penurunan biaya pendidikan, pemberantasan KKN, dan penghentian militerisasi ruang sipil.
Polda Metro Jaya meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas umum dan ruang publik saat aksi berlangsung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, "Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang perlu kita hormati," dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau warga menghindari empat kawasan di Jakarta Pusat yang diperkirakan padat akibat aksi, yaitu sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tugu Tani. Warga diminta memakai jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di kawasan tersebut.