
Maruarar: Penyewa Rumah Bisa Dapat Bantuan Bedah Rumah
12 menit yang lalu
Keduanya berbeda pandangan soal waktu serangan, sementara dukungan politik mereka menghadapi tekanan.
Terbit · 2 min read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas situasi negosiasi dengan Iran melalui percakapan telepon pada Sabtu (31/10/2026), menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Axios.
Laporan itu menyebut seorang pejabat AS dan seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu mendesak Trump agar menyerang Iran segera setelah pemilihan paruh waktu AS. Trump, menurut laporan tersebut, ingin membiarkan negosiasi berjalan.
Sumber Israel menggambarkan percakapan itu sebagai “keras”, sedangkan sumber Amerika menyebutnya “langsung”, menurut Axios.
Dalam konferensi pers pada Sabtu, Trump mengatakan negosiasi dengan Iran untuk mengakhiri perang berjalan lancar dan masih ada satu atau dua target yang perlu diselesaikan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia. Ia juga mengatakan Washington tidak terburu-buru melakukan tindakan ofensif.
Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip The Arab News, Trump menyatakan militer dan program nuklir Iran telah dihancurkan. Laporan itu menggambarkan kebijakan AS selama perang delapan bulan sebagai upaya menekan Iran melalui serangan sekaligus mendorong kesepakatan untuk membuka kembali pembicaraan perdamaian dan Selat Hormuz.
Laporan CNN Indonesia menyebut Netanyahu menghadapi tantangan membentuk pemerintahan setelah pemilihan Israel pada 27 Oktober 2026. Bloknya memperoleh 53 kursi di Knesset, sementara blok mantan panglima militer Gadi Eisenkot meraih 48 kursi dan partai-partai Arab mendapat 19 kursi.
Partai-partai Arab disebut dapat memengaruhi pembentukan pemerintahan berikutnya. Jumlah kursi blok Netanyahu juga lebih rendah dibandingkan 68 kursi yang diperoleh pada 2022, menurut laporan tersebut.
Di AS, pemilihan paruh waktu dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026). CNN Indonesia, mengutip jajak pendapat NBC News yang dirilis Minggu (1/11/2026), melaporkan jajak pendapat itu memperkirakan Demokrat akan menguasai Kongres hingga 52 persen dan Republik 45 persen.
Survei NBC News yang dikutip laporan itu juga menyebut 60 persen responden tidak menyetujui kinerja Trump, terutama terkait dampak ekonomi perang dengan Iran. Jeff Horwitt dari Hart Research Associates mengatakan banyak pemilih mengkhawatirkan kondisi ekonomi AS.
Trump menggelar kampanye untuk kandidat Republik di Iowa dan Kansas pada Minggu (1/11/2026), menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip AFP. Dalam kampanye itu, ia menyerang Demokrat dan menjanjikan US$5.000 bagi setiap orang jika partainya menang.