
Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Bus
12 menit yang lalu
Iklan Meta tumbuh lebih cepat, sementara bisnis pencarian Google menghadapi tekanan dari perubahan penggunaan AI.
Terbit · 2 min read

Pendapatan iklan Meta tumbuh lebih cepat daripada pendapatan bisnis pencarian Google pada kuartal ketiga 2026, menurut laporan CNBC Indonesia. Perbedaan kinerja itu terjadi saat penggunaan kecerdasan buatan mengubah cara perusahaan menjangkau pengguna dan menghasilkan pendapatan dari iklan.
Pada kuartal ketiga 2026, pendapatan iklan Meta naik 26 persen menjadi US$63,1 miliar atau sekitar Rp1.104 triliun. Pendapatan divisi pencarian Google tumbuh 12 persen menjadi US$63,4 miliar, sehingga selisih laju pertumbuhan kedua perusahaan mencapai 14 poin persentase.
Laporan yang sama menyebut saham Alphabet, induk Google, turun lebih dari 12 persen setelah laporan keuangan dirilis. Penurunan itu menghapus sekitar US$500 miliar atau Rp8.750 triliun nilai pasar dalam sehari, yang disebut sebagai penurunan terbesar dalam sejarah perusahaan.
Perbedaan kinerja itu berkaitan dengan cara kedua perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan. Meta memasukkan fitur AI ke sistem iklannya untuk membantu membuat kampanye, menentukan sasaran pengguna, dan memberi saran perbaikan iklan.
Menurut laporan CNBC Indonesia, pengiklan yang menggunakan fitur tersebut mencatat kenaikan konversi hampir 5 persen dan peningkatan belanja iklan 9 persen. Produsen sirup maple Simply Organic Maple, misalnya, melaporkan penjualan naik 57 persen dan biaya per pembelian turun 36 persen; hampir 10 juta pengiklan disebut telah memakai alat AI Meta.
Di sisi lain, layanan AI dapat memberi pengguna jawaban tanpa perlu mengeklik tautan, yang berpotensi mengurangi kunjungan ke situs dan paparan iklan dari hasil pencarian. Nate Elliott, analis Emarketer, mengatakan kepada CNBC International bahwa perubahan kebiasaan itu dapat mengancam bisnis iklan Google.
Google telah menerapkan AI pada sistem iklannya, tetapi laporan tersebut menyebut dampaknya belum terlihat. Fitur AI Overview yang merangkum jawaban langsung di halaman pencarian juga disebut mempercepat penurunan jumlah klik, meski jumlah pencarian Google mencapai rekor tertinggi.
Kedua perusahaan mengalokasikan belanja besar untuk infrastruktur AI. Google merencanakan belanja modal hingga US$205 miliar tahun ini, sedangkan Meta menyiapkan US$145 miliar; laporan itu menyebut keduanya belum memperoleh pengembalian yang sebanding.
Iklan menyumbang 98 persen pendapatan Meta. Bisnis Google lebih beragam dan iklan menyumbang kurang dari dua pertiga pendapatannya, tetapi pencarian tetap menjadi sumber pendapatan terbesarnya. Meta mulai merintis pendapatan langganan, sementara bisnis layanan awan Google tumbuh lebih dari 100 persen menjadi US$31 miliar pada kuartal tersebut.