
Wamendag Roro Bidik Pasar Negara OKI
10 menit yang lalu
Trump belum memutuskan langkah lanjutan, sementara opsi militer dan perundingan kembali dibahas.
Terbit · 1 min read

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu Kongres AS. Menurut laporan ANTARA yang mengutip The Atlantic, sejumlah opsi tindakan telah dipelajari, tetapi keputusan akhir belum diambil.
Pemilihan paruh waktu itu dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. The Atlantic, dalam laporan pada Senin (2/11/2026), menyatakan Trump telah mempelajari berbagai opsi dalam beberapa pekan terakhir.
Opsi tersebut mencakup operasi militer selama beberapa jam hingga beberapa pekan, mempertahankan blokade laut AS di Selat Hormuz, atau melanjutkan tekanan diplomatik tanpa serangan baru. Menurut laporan yang sama, operasi militer baru dapat dimaksudkan untuk mendorong dimulainya kembali perundingan.
Menteri Perang AS Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan Komandan Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper dilaporkan membahas sejumlah skenario pada pekan sebelumnya.
Salah satu skenario berupa operasi beberapa hari yang menargetkan program nuklir Iran. Operasi yang lebih panjang dapat mencakup serangan terhadap fasilitas pertahanan udara dan infrastruktur yang digunakan angkatan bersenjata Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance juga dilaporkan mengirim surat kepada Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei. Menurut The Atlantic, Vance mengusulkan perundingan langsung dimulai kembali dan program nuklir Iran dibahas sejak awal negosiasi.
Para mediator yang menyampaikan surat itu mengusulkan pertemuan paling cepat pada pekan laporan tersebut. Waktunya kurang lebih bertepatan dengan perkiraan saat Trump akan memutuskan kemungkinan tindakan militer lanjutan, tetapi keputusan itu belum ditetapkan.