
ANTARA: Makanan Pedas Tak Terbukti Sebabkan Usus Buntu
9 menit yang lalu
Mantan perwira polisi itu ingin menunjukkan warga Yahudi dan Arab dapat bekerja sama dalam pemerintahan Israel.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan iNews.id yang mengutip Associated Press (AP), mantan perwira tinggi kepolisian Israel Yoav Segalovitz bergabung dalam daftar calon anggota parlemen partai Ra’am untuk pemilu Israel. Ia mengatakan ingin membuktikan warga Yahudi dan Arab dapat bekerja sama dalam pemerintahan meski berbeda agama dan budaya.
Ra’am meraih delapan kursi dalam pemilu pada 27 Oktober 2026. Segalovitz dijadwalkan dilantik bersama anggota parlemen baru lainnya pada 10 November 2026.
Segalovitz, 67 tahun, meninggalkan Yesh Atid, partai sentris yang didominasi politikus Yahudi, untuk maju melalui daftar calon Ra’am. Partai itu dipimpin Mansour Abbas.
Meski bergabung dengan faksi parlemen Ra’am dan maju melalui daftar calonnya, Segalovitz tidak menjadi anggota resmi partai tersebut. Ia tetap mempertahankan identitas politiknya sendiri.
Dalam pernyataan yang dikutip AP pada 3 November 2026, Segalovitz membandingkan latar belakang dirinya dan Abbas. “Dia orang Arab. Saya orang Yahudi. Saya sekuler. Dia religius,” kata Segalovitz.
Ia kemudian menyebut keduanya sebagai warga Israel yang sama-sama menjadi bagian dari masyarakat. “Tetapi kami semua adalah warga Israel. Kita semua mengambil bagian dalam masyarakat ini. Jika ingin mencapai kemajuan di sini, kita harus bekerja sama,” ujarnya.
Segalovitz mengaku sebagai Zionis sekuler. Menurut laporan iNews.id, langkahnya bergabung dengan daftar calon Ra’am didasari keinginan mendorong kerja sama antara warga Yahudi dan Arab di pemerintahan Israel.