
Lima Kecenderungan yang Dikaitkan dengan Penggemar Horor
11 menit yang lalu
FPTI menilai absennya panjat tebing di SEA Games 2027 mengurangi peluang medali dan kesempatan atlet muda mengasah kemampuan.
Terbit · 2 min read

Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) menilai absennya panjat tebing pada SEA Games 2027 akan mengurangi peluang Indonesia meraih medali emas. Menurut laporan ANTARA, Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menyampaikan penilaian itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Panjat tebing tidak tercantum dalam daftar 43 cabang olahraga dengan 473 nomor pertandingan yang ditetapkan Komite Eksekutif Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara untuk SEA Games Malaysia 2027.
Pristiawan mengatakan, tanpa cabang tersebut, perolehan medali Indonesia akan berkurang. Ia menilai keputusan itu mengejutkan karena Indonesia mencatat hasil kuat dalam dua penyelenggaraan SEA Games yang mempertandingkan panjat tebing.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, Indonesia meraih sembilan medali emas dari 10 nomor. Pada SEA Games Thailand 2025, tim panjat tebing Indonesia memperoleh empat emas dan tiga perak.
Empat emas pada 2025 diraih Ardana Cikal Damarwulan dan Alma Ariella Tsany di nomor lead putra dan putri, serta Antasyafi Robby Al Hilmi dan Puja Lestari di nomor speed perorangan putra dan putri. Menurut FPTI, Ardana dan Alma masih berusia di bawah 17 tahun, sedangkan Antasyafi dan Puja di bawah 19 tahun.
Menurut laporan yang sama, Pristiawan menjelaskan FPTI menggunakan SEA Games untuk mengasah kemampuan atlet muda sebelum mereka bersaing di ajang lebih tinggi, termasuk Asian Games dan Olimpiade. Ia menyebut pembinaan dan latihan terprogram, yang didukung kompetisi berkualitas di dalam negeri, sebagai bagian dari upaya membangun prestasi internasional.
Indonesia meraih emas nomor speed empat jalur putri pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi. Veddriq Leonardo sebelumnya meraih emas nomor speed perorangan putra pada Olimpiade Paris 2024.
Pristiawan menyebut nomor speed masih menjadi andalan Indonesia, sementara kemampuan atlet pada nomor lead juga berkembang. Ia mencontohkan Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, yang menempati peringkat kedua nomor lead dalam World Climbing Series 2026 seri Santiago, Chile. Menurutnya, absennya panjat tebing pada SEA Games 2027 juga menghilangkan kesempatan bertanding bagi atlet muda sebelum menuju Asian Games dan Olimpiade.