
Hakim Tolak Gugatan Trump terhadap Wall Street Journal
1 jam yang lalu
Perusahaan di San Francisco menawarkan bayaran US$20 per jam untuk mengoperasikan robot berkaki empat.
Terbit · 1 min read

Perusahaan rintisan teknologi Dimensional membuka lowongan operator untuk mengendalikan anjing robot di San Francisco, Amerika Serikat, dengan bayaran US$20 atau sekitar Rp360 ribu per jam, menurut laporan CNN Indonesia.
Pekerjaan itu mencakup pengoperasian robot berkaki empat selama empat hingga enam jam pada rute pengujian luar ruangan di kota tersebut. Laporan CNN Indonesia yang memuat informasi itu terbit Senin (2/11/2026).
Menurut laporan tersebut, lowongan ini menjadi bagian dari pengembangan teknologi kecerdasan buatan agar robot dapat beroperasi lebih mandiri di lingkungan nyata. Pelamar tidak harus memiliki pengalaman robotika dan pekerja yang diterima akan mendapat pelatihan berbayar.
Operator perlu mengantisipasi kendala teknis. Robot berbobot sekitar 15 kilogram itu dapat mengalami panas berlebih atau berhenti berfungsi, sehingga pekerja mungkin harus membawanya kembali secara manual.
Pendiri Dimensional, Stash Pomichter, mengatakan manusia masih dibutuhkan untuk mengendalikan robot karena kecerdasan buatan belum mampu mengoperasikan perangkat keras secara mandiri. Dalam pengujian, operator mengendalikan robot, sementara kamera dan sensornya mengumpulkan data lingkungan sekitar.
Dimensional, yang berbasis di kawasan Dogpatch, San Francisco, mengembangkan sistem operasi sumber terbuka agar agen kecerdasan buatan dapat mengendalikan berbagai jenis robot. Perusahaan itu berharap teknologinya dapat digunakan di pabrik, pusat data, lokasi konstruksi, dan kegiatan keamanan.
Menurut laporan The New York Times yang dikutip CNN Indonesia, Dimensional telah membeli lebih dari 100 anjing robot dan 50 robot humanoid dari sejumlah produsen di Amerika Serikat, China, dan Jerman. Anjing robot untuk pengujian di San Francisco diproduksi perusahaan China, Unitree, dan harganya sekitar US$2.000 atau setara Rp36 juta per unit.
Robot tersebut dapat dikendalikan dengan pengendali genggam atau aplikasi ponsel. CNN Indonesia juga mengutip laporan Fox Business bahwa perusahaan itu telah dihubungi untuk dimintai tanggapan mengenai lowongan tersebut.