
Singapura Jelaskan Perdagangan LNG Indonesia
13 menit yang lalu
Taurids dan Leonids mencapai puncak pada awal dan pertengahan November, disusul Bulan purnama super pada 24 November.
Terbit · 2 min read

Sejumlah fenomena langit dijadwalkan berlangsung sepanjang November 2026, termasuk hujan meteor Taurids, hujan meteor Leonids, fase Bulan baru, dan Bulan purnama super. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Seasky, sejumlah fenomena tersebut dapat diamati dari Bumi.
Puncak Taurids diperkirakan terjadi pada Rabu (4/11/2026) hingga Kamis (5/11/2026). Hujan meteor tahunan ini berlangsung sekitar September hingga Desember dan menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam.
Menurut laporan yang sama, Taurids berasal dari dua aliran debu, yakni material yang ditinggalkan Asteroid 2004 TG10 dan puing-puing Komet 2P Encke. Pengamatan terbaik disarankan setelah tengah malam dari lokasi gelap yang jauh dari lampu kota; meteor tampak berasal dari rasi Taurus, tetapi dapat muncul di bagian langit lain.
Fase Bulan baru diperkirakan terjadi pada Senin (9/11/2026) pukul 14.03 WIB. Pada fase ini Bulan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam.
Kondisi langit yang lebih gelap saat Bulan baru dapat membantu pengamatan teleskop terhadap objek redup, seperti galaksi dan gugusan bintang. Laporan tersebut menyebut cahaya Bulan tidak akan mengganggu pengamatan pada fase ini.
Puncak hujan meteor Leonids diperkirakan berlangsung pada Selasa (17/11/2026) hingga Rabu (18/11/2026), dengan rata-rata hingga 15 meteor per jam saat puncak. Hujan meteor ini terjadi setiap tahun pada 6-30 November dan berasal dari debu yang ditinggalkan Komet Tempel-Tuttle.
Menurut laporan yang sama, Leonids dapat menghasilkan ratusan meteor per jam saat puncak siklonik yang terjadi setiap 33 tahun; puncak terakhir disebut berlangsung pada 2001. Pengamatan disarankan dari tempat gelap, sementara meteor yang memancar dari rasi Leo juga dapat terlihat di bagian langit lain.
Bulan purnama super diperkirakan terjadi pada Selasa (24/11/2026) pukul 21.55 WIB dan disebut sebagai yang kedua dari tiga Bulan purnama super pada 2026. Saat itu Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari dan, karena berada di titik terdekatnya dengan Bumi, mungkin tampak sedikit lebih besar daripada biasanya.