
IHSG Menguat 0,31 Persen ke 5.282,31
12 menit yang lalu
Personel diperkuat di wilayah rawan, sementara luas karhutla yang ditangani tercatat 37,94 hektare.
Terbit · 2 min read

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan pengerahan personel bawah kendali operasi (BKO), terutama dari Korps Brigade Mobil (Brimob), dilakukan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Palangka Raya pada Rabu (28/10/2026).
Sebanyak tiga kompi personel Brimob dibagi untuk memperkuat sejumlah wilayah prioritas di Kalimantan Tengah. Penanganan diintensifkan, terutama di Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Iwan mengatakan penguatan personel diharapkan menunjang pemadaman, patroli, dan pengawasan di daerah yang masih menghadapi ancaman kebakaran. Ia juga menekankan perlunya sinergi pemerintah daerah, kepolisian, TNI, petugas pemadam, dan masyarakat untuk mencegah titik api baru.
Ia mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan meski hujan mulai turun, karena potensi cuaca panas pada pekan berikutnya dapat meningkatkan risiko kebakaran. “Saya melihat curah hujan cukup lama dan banyak titik yang sudah padam, tetapi masih ada beberapa titik yang perlu kita antisipasi,” kata Iwan.
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah melaporkan luas area karhutla yang ditangani dalam kurun 24 jam mencapai 37,94 hektare. Angka itu tercantum dalam laporan harian lembaga tersebut, menurut laporan ANTARA.
Penanganan di lapangan dilakukan melalui pemadaman, pendinginan, dan patroli berkala oleh satuan tugas karhutla. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah api meluas, menangani titik kebakaran, dan mengurangi risiko api muncul kembali di area yang telah dipadamkan.
Untuk mengantisipasi kekeringan dan kenaikan risiko kebakaran, satuan tugas karhutla bersama BMKG, BNPB, dan TNI Angkatan Udara kembali menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca. Pada penerbangan pertama, pesawat Casa 212-200/A-2105 menyemai 800 kilogram natrium klorida pada ketinggian 10.000 kaki, dengan sasaran Pulang Pisau bagian selatan dan Katingan bagian selatan.
Operasi tersebut merupakan upaya mitigasi untuk mendukung potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran, dengan pelaksanaan yang mempertimbangkan kondisi atmosfer dan analisis cuaca. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya menyebut kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan hujan dan memprakirakan hujan sedang hingga lebat di Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, serta Katingan. Menurut laporan yang sama, kondisi itu dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin, dan pertemuan angin di sejumlah wilayah.