
OJK Larang Eks Broker Beraktivitas 10 Tahun
12 menit yang lalu
Nezar menilai talenta dan adaptasi teknologi dapat membantu daerah mengatasi keterbatasan infrastruktur.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan keterbatasan infrastruktur di daerah tidak harus menghalangi tumbuhnya inovasi teknologi. Menurut laporan ANTARA, ia menilai pengembangan talenta dan adaptasi teknologi sesuai kebutuhan masyarakat dapat mendorong solusi yang berdampak pada ekonomi daerah.
Pernyataan itu disampaikan Nezar dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Ia mengatakan daerah tidak perlu menunggu infrastruktur digital setara dengan negara maju untuk mengembangkan solusi.
“Kita perlu berpikir, apa yang bisa kita lakukan dengan sumber daya yang kita miliki dan bagaimana kita menggerakkan talenta-talenta untuk bisa mengatasi keterbatasan yang ada,” kata Nezar. Ia menyebut pembinaan yang tepat dapat membantu generasi muda menghadirkan solusi dengan teknologi yang tersedia.
Nezar mengatakan keterbatasan infrastruktur dan anggaran tidak semestinya menghentikan daerah mencari solusi pembangunan. Pemerintah daerah, menurutnya, perlu mengoptimalkan sumber daya manusia dan mengembangkan pendekatan baru untuk menghadapi tantangan ekonomi serta sosial.
Ia mencontohkan industri kecerdasan artifisial di China yang, menurut Nezar, mengembangkan teknologi kompetitif meski akses terhadap perangkat komputasi canggih dibatasi. Penguatan riset dan kemampuan sumber daya manusia disebut turut mendukung pengembangan sejumlah model yang bersaing dengan negara-negara Barat.
Nezar menyebut model-model tersebut menjadi pilihan di dunia dan mampu bersaing meski menggunakan infrastruktur yang lebih rendah dibanding kompetitornya. Ia mengatakan kekuatan model itu terletak pada talenta digital, serta menekankan strategi transformasi digital, termasuk di daerah, perlu berfokus pada adopsi teknologi yang tersedia dan penyesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat.
Nezar mencontohkan pemanfaatan sensor elektronik di sektor pertanian untuk memantau pertumbuhan tanaman, mendeteksi hama, mengukur unsur hara tanah, serta memperkirakan kebutuhan air dan perubahan iklim. Teknologi itu dapat membantu efisiensi produksi dan perencanaan rantai pasok. “Kita tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan alat-alat digital, tapi bagaimana kemampuan digital kita itu bisa memberikan solusi,” kata Nezar.