
IMOS 2026 Digelar di ICE BSD
14 menit yang lalu
Pendapatan AI Cloud Indosat mencapai US$50 juta selama sembilan bulan 2026, sementara perusahaan menyiapkan ekspansi kapasitas komputasi.
Terbit · 1 min read

Indosat Ooredoo Hutchison membukukan pendapatan AI Cloud sebesar US$50 juta atau sekitar Rp906 miliar selama sembilan bulan 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia, angka tersebut naik dari US$28 juta atau Rp508,2 miliar sepanjang 2025.
Pendapatan itu tercatat dalam laporan keuangan terbaru perusahaan. Pada paruh pertama 2026, pendapatan AI Cloud mencapai US$33 juta atau sekitar Rp599 miliar.
Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis AI sepanjang 2026 mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Laporan tersebut juga menyebut pendapatan tahunan berdasarkan kontrak mulai 2027 diperkirakan melampaui US$300 juta atau Rp5,4 triliun.
Indosat menargetkan kapasitas komputasi AI sebesar 200 megawatt pada semester pertama 2027. Untuk mendukung tahap awal ekspansi infrastruktur berkapasitas 100 megawatt, perusahaan memiliki fasilitas pinjaman berjangka hingga US$3,1 miliar atau sekitar Rp56,2 triliun.
Perusahaan juga memperkenalkan Indosat Intelligence Suite sebagai platform yang mengintegrasikan lebih dari 300 model kecerdasan buatan. Menurut laporan yang sama, platform itu ditujukan untuk menghadirkan layanan bagi berbagai pihak dan membuka sumber pendapatan baru.
Pengguna platform tersebut mencakup bank, perusahaan asuransi, perdagangan elektronik, perusahaan telekomunikasi, dan pemerintah. Penyedia modelnya berasal dari perusahaan global dan laboratorium sumber terbuka.
Mitra platform itu meliputi operator telekomunikasi, penyedia layanan komputasi GPU, serta platform penjualan kembali token AI. Secara keseluruhan, pendapatan Indosat selama sembilan bulan 2026 mencapai Rp45,8 triliun, naik 11 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya, sedangkan EBITDA tercatat Rp21,1 triliun, naik 9 persen. Menurut laporan yang sama, angka-angka tersebut berasal dari laporan keuangan perusahaan.