
Laba PaninBank Naik Tipis, Kredit Tumbuh 0,4%
15 menit yang lalu
Kerusakan pendingin di sedikitnya enam toko pangkalan AS sedang diselidiki sebagai kemungkinan serangan siber.
Terbit · 1 min read

Pentagon menyelidiki kerusakan mesin pendingin di sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat pada Agustus 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, empat pejabat terkait menyebut insiden yang merusak pasokan makanan itu diduga kuat berkaitan dengan serangan siber.
Kerusakan terjadi di sedikitnya enam toko pangkalan tempat personel militer membeli makanan. Laporan tersebut tidak menyebutkan lokasi pangkalan-pangkalan itu secara lengkap.
Suhu unit pendingin disebut berubah pada malam hari sehingga makanan di dalamnya layu atau mencair pada pagi berikutnya. Pentagon menyatakan unit Cyber Command militer AS ikut menyelidiki kasus tersebut.
Departemen Investigasi Kriminal Angkatan Darat AS juga melibatkan Kantor Lapangan Siber dalam penyelidikan. Menurut laporan yang sama, pihak AS bekerja sama dengan penegak hukum Prancis untuk memahami insiden yang berkaitan dengan pendingin di Eropa.
Insiden di Prancis terjadi pada awal Oktober 2026, setelah kerusakan di pangkalan AS yang pertama kali dilaporkan pada 28 Agustus. Serangan di Prancis disebut mengganggu kendali suhu di lebih dari 350 lokasi dan memicu kebakaran pada beberapa unit pendingin.
Kerusakan di pangkalan AS pertama kali dilaporkan blog Signal and Silence pada 28 Agustus. Akun Facebook pangkalan Fort Huachuca di Arizona juga menyampaikan keluhan tentang mesin pendinginnya pada 26 Agustus.
Perusahaan Denmark Danfoss menyebut banyak perangkat pendingin yang diserang di Prancis sudah usang dan memakai perangkat lunak lama. Belum diketahui apakah pangkalan militer AS menggunakan merek yang sama.
Seorang perwakilan Pentagon menolak memberikan rincian lebih lanjut dan menyatakan pihaknya bekerja sama dengan mitra antarlembaga serta penegak hukum. Kedutaan Besar Prancis di Washington juga menolak berkomentar mengenai insiden tersebut.