
Ilmuwan Soroti Dampak Kebakaran Hutan pada Target Iklim
15 menit yang lalu
Putin meminta masukan Musk untuk jaringan satelit Rusia dan mengakui proyek itu masih tertinggal dari Starlink.
Terbit · 1 min read

Presiden Rusia Vladimir Putin memuji Elon Musk dan meminta masukannya untuk mengembangkan layanan internet satelit yang berpotensi menyaingi Starlink. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, pernyataan itu disampaikan Putin saat mendengarkan pemaparan Menteri Pengembangan Digital Rusia Maksut Shadayev pada Kamis (29/10/2026).
Shadayev melaporkan Rusia telah meluncurkan lebih dari 30 satelit untuk membangun jaringan internet di orbit bumi rendah. Putin menyebut Musk jenius dan mengatakan pembangunan jaringan Rusia baru memasuki langkah awal.
Putin mengatakan Moskow terus berkomunikasi dengan Musk dan mitra dari Amerika Serikat dalam pengembangan proyek tersebut. Ia mengakui Rusia masih tertinggal dari Starlink, layanan yang dikembangkan perusahaan antariksa SpaceX milik Musk.
Menurut laporan yang sama, Shadayev menyebut Musk telah mengoperasikan lebih dari 5.000 satelit orbit rendah. Angka itu merupakan keterangan Shadayev mengenai satelit yang dioperasikan Musk.
Pemantauan independen Orbital Radar menunjukkan jumlah satelit Starlink mendekati 10.000. Putin menyebut proyek Rusia masih berada pada tahap awal dan mengatakan tantangan berikutnya adalah memperluas produksi serta peluncuran satelit.
Putin juga mengatakan komunikasi dengan mitra Amerika, termasuk Musk, penting agar satelit di orbit tidak saling mengganggu. Ia menyatakan Rusia bangga telah memulai proyek tersebut secara mandiri.
Pengembangan jaringan Rusia berlangsung ketika Starlink berperan dalam komunikasi militer Ukraina. CNBC Indonesia melaporkan pihak Ukraina mengeluhkan pembatasan kecepatan akses Starlink pada awal Oktober, yang menghambat kemampuan militer mereka mencegat serangan drone Rusia dan membuat sejumlah operasi strategis dibatalkan.
Pemerintah Ukraina kemudian mengonfirmasi layanan Starlink dan Starshield kembali berfungsi penuh pada akhir pekan sebelum laporan itu terbit. Musk menuding militer Ukraina melanggar ketentuan penggunaan SpaceX, sedangkan Musk dan pemerintah AS membantah bertanggung jawab atas pembatasan kecepatan tersebut. Pada 2025, Utusan Khusus Investasi Presiden Putin Kirill Dmitriev juga menyatakan minat Rusia untuk berkolaborasi dengan Musk dalam misi penjelajahan Mars, menurut laporan CNBC Indonesia.