
BEI NTT Dorong Pertumbuhan Investor Muda
9 menit yang lalu
BKSDA melepaskan jerat dari induk orangutan di Desa Kandan; luka sang induk ditangani dokter.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyelamatkan seekor induk orangutan dan anaknya yang berusia sekitar 10 bulan di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kotawaringin Timur (Kotim), pada Jumat (23/10/2026) dini hari.
Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah menyampaikan hal itu di Sampit, Sabtu (24/10/2026). Induk yang diperkirakan berusia 25 tahun diberi nama Gadis, sedangkan anaknya yang berjenis kelamin jantan diberi nama Garis.
Penyelamatan dilakukan setelah petugas menerima laporan kemunculan dua orangutan di Desa Kandan pada Kamis (22/10/2026) sore. Informasi awal disampaikan Awil, aktivis lingkungan Sampit, sekitar pukul 16.49 WIB. Petugas BKSDA Pos Sampit lalu menghubungi warga bernama Karyadi untuk memastikan keberadaan satwa dilindungi itu dan memperoleh informasi tentang pergerakannya.
Menurut keterangan warga, kedua orangutan tersebut sebelumnya dicari petugas pada Senin (12/10/2026). Saat itu petugas BKSDA Pos Sampit mendatangi lokasi untuk observasi, tetapi belum menemukan satwa tersebut. Warga dan aktivis diminta terus memantau, lalu informasi dilaporkan ke Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun. “Kami segera melapor ke pimpinan di Pangkalan Bun untuk menindaklanjuti upaya penyelamatan,” kata Muriansyah.
Sekitar pukul 19.00 WIB, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) bergerak menuju Kota Sampit. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat (23/10/2026) dan langsung menggelar operasi penyelamatan di Desa Kandan.
Menurut laporan yang sama, pemeriksaan awal menemukan tali yang melilit pergelangan tangan kiri dan kanan sang induk. Tali itu diputus untuk melepaskan jeratan. Luka yang cukup parah ditemukan pada bekas lilitan di kedua pergelangan tangan, dan petugas menduga kuat tali tersebut adalah jerat yang biasa dipakai untuk menangkap babi. Luka Gadis kemudian ditangani dokter.
Operasi melibatkan tim BKSDA Kalteng Seksi KSDA Wilayah II, OFI, dan sejumlah aktivis lingkungan di Sampit, dengan bantuan anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotawaringin Timur. Proses penyelamatan disaksikan langsung Brigjen Pol Tory Kristianto dari Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Polri.
Seusai penyelamatan dan pemeriksaan awal, tim bergerak kembali ke Pangkalan Bun sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat dini hari. Muriansyah juga berterima kasih kepada warga yang segera melaporkan keberadaan satwa liar dilindungi itu sehingga dapat ditangani tanpa membahayakan satwa maupun warga.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.