
Tujuh Kesalahan Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan
12 menit yang lalu
BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 8 November.
Terbit · 1 min read

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Sulawesi Utara hingga 8 November 2026, menurut laporan ANTARA Manado.
Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menyampaikan peringatan itu di Manado pada Senin.
“Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian,” kata Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna di Manado, Senin.
Karina menjelaskan, masuknya angin Muson Asia yang membawa uap air meningkatkan aktivitas konvektif di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan menjadi indikasi awal masuknya musim hujan. Namun, indeks NINO 3.4 yang bernilai +2,88 masih berpengaruh terhadap berkurangnya curah hujan di wilayah tersebut.
Menurut laporan yang sama, labilitas lokal yang kuat mendukung pertumbuhan awan hujan disertai kilat atau petir. Pada Senin (2/11/2026), potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan.
Selasa-Rabu (3-4/11/2026), cuaca diprakirakan cerah hingga hujan ringan. Kamis (5/11/2026), potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Jumat (6/11/2026), potensi cuaca ekstrem dapat terjadi di Manado, Bitung, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, dan Kepulauan Sangihe.
Sabtu (7/11/2026), hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang serta peningkatan akumulasi hujan harian berpotensi terjadi di Manado, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Timur. Minggu (8/11/2026), kondisi serupa berpeluang terjadi di Tomohon, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, dan Bolaang Mongondow Selatan.