
Edward Fannis Resmi Menjadi WNI
13 menit yang lalu
Kodaeral VIII mengerahkan unsur laut untuk mendukung penanganan kebakaran dan evakuasi kapal.
Terbit · 1 min read

Satrol Kodaeral VIII mendukung pencarian dan pertolongan (SAR) serta pengamanan setelah kapal tanker MT Mika Zayn terbakar di perairan Selat Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Menurut laporan ANTARA Manado, bantuan dilakukan dengan mengerahkan unsur laut Kodaeral VIII.
Kebakaran terjadi pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 17.00 Wita, saat kapal berbendera Indonesia itu sedang berlabuh di Selat Lembeh. Asap yang keluar dari bagian mesin kemudian memicu kebakaran.
Komandan Kodaeral VIII Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, melalui Kepala Dinas Penerangan Kodaeral VIII Kolonel (P) Andreas Suko Riyanto, mengatakan unsur yang dikerahkan adalah KAL Patola VIII-27 dan RHIB dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII.
Menurut keterangan yang disampaikan Andreas Suko Riyanto di Manado, Senin, pengerahan KAL Patola VIII-27 dan RHIB dilakukan untuk mendukung penanganan insiden serta memastikan situasi tetap aman.
Setelah kejadian, pihak kapal berkoordinasi dengan Pelindo dan Pertamina untuk meminta bantuan penanganan dan pemadaman. Kapal kemudian ditarik kapal pandu menuju perairan untuk pengamanan dan pendinginan guna mencegah kebakaran susulan.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.15 Wita dan proses pendinginan dilanjutkan. Menurut laporan yang sama, saat laporan itu disusun tim Basarnas masih melaksanakan evakuasi.
Unsur pendukung tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan. KAL Patola VIII-27 dan RHIB mendukung penanganan sesuai tugas dan kewenangan Kodaeral VIII.
KN P 380 dari KPLP dan KT Bunaken dari PT Pelindo Marine Servis turut mendukung pengamanan dan SAR. MT Mika Zayn memiliki panjang 85 meter, lebar 15 meter, dan kapasitas bobot mati 3.670 ton.