
Harga Minyak Naik ke US$99 per Barel
10 menit yang lalu
Penyelaman terkendala air berlumpur dan gelombang; satu kru masih dicari.
Terbit · 1 min read

Evakuasi helikopter Mi-17V5 milik Penerbangan Angkatan Darat yang jatuh di Kalimantan Tengah masih terkendala kondisi perairan, sementara Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo masih dalam pencarian. Menurut laporan CNN Indonesia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut air keruh dan berlumpur membatasi jarak pandang penyelam.
Helikopter itu jatuh di perairan Taman Nasional Tanjung Puting saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan pada Rabu (4/11/2026). Raja Juli menyampaikan kendala evakuasi tersebut pada Jumat (6/11/2026).
Raja Juli mengatakan penyelam yang turun sebelumnya tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya bisa meraba untuk mengetahui posisinya. Gelombang air laut yang cukup besar juga menghambat proses evakuasi.
Tim penyelam telah menerima informasi tentang struktur dan kondisi Mi-17 serta mempelajari gambar dan video helikopter. Pembekalan itu mencakup letak pintu dan pintu darurat, serta cara melepaskan sabuk pengaman.
Menurut laporan yang sama, upaya penarikan badan helikopter sebelumnya dibantu helikopter Kamov. Tim evakuasi juga mendapat tambahan penyelam dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan relawan lokal.
Raja Juli menyebut enam penyelam yang telah bergabung akan diperkuat lima penyelam dari Basarnas dan tujuh dari TNI Angkatan Laut, serta penyelam lokal. Ia memperkirakan jumlah penyelam yang terlibat sekitar 25 orang.
Ia mengatakan pencarian dan evakuasi dikoordinasikan oleh Pangdam, Kapolda, gubernur, dan bupati setempat. Raja Juli menyebut seluruh unsur terkait terus berupaya menuntaskan proses tersebut.
Kecelakaan itu menewaskan dua prajurit TNI AD, yakni Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah dan Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar. Lima prajurit lainnya ditemukan selamat dan menjalani perawatan medis.