
Prabowo Bahas Rencana Trem Bali dengan KAI
19 menit yang lalu
Presiden meminta evakuasi dimaksimalkan setelah insiden helikopter yang menewaskan tiga kru.
Terbit · 1 min read

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan perkembangan insiden helikopter Mi-17V5 kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut laporan ANTARA, Presiden menyampaikan duka atas meninggalnya tiga kru dan memerintahkan agar proses evakuasi dimaksimalkan.
Raja Juli menyampaikan perkembangan itu saat berada di Bandara Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Jumat (6/11/2026). Laporan tersebut tidak menyebutkan waktu dan lokasi terjadinya insiden helikopter.
Fokus evakuasi adalah mencari satu korban yang belum ditemukan, Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo, serta mengangkat badan helikopter yang berada di dalam lumpur. Raja Juli mengatakan proses evakuasi diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.
Menurut laporan ANTARA, Raja Juli menyebut upaya penarikan helikopter sebelumnya dibantu helikopter Kamov. Helikopter Mi-17V5 itu disebut berada di dalam lumpur dan akan ditarik ke darat menggunakan tugboat.
Raja Juli mengatakan pasukan penyelam juga akan ditambah. Sebelumnya terdapat enam penyelam, kemudian direncanakan penambahan lima penyelam dari Basarnas dan tujuh dari TNI Angkatan Laut, serta keterlibatan penyelam setempat.
Ia memperkirakan sekitar 25 penyelam akan terlibat dalam proses evakuasi. Laporan tersebut tidak merinci jumlah penyelam setempat yang ikut serta.
Raja Juli menyebut upaya evakuasi dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
Ia menyatakan seluruh jajaran terkait menjalankan perintah Presiden untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan. ANTARA mengutip Raja Juli yang meminta doa agar pekerjaan tersebut berjalan maksimal.