
Lima Geopark Indonesia Pertahankan Kartu Hijau UNESCO
12 menit yang lalu
Harga minyak menguat setelah serangan kapal di Teluk dan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran pasar.
Terbit · 1 min read

Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan awal Jumat (6/11/2026) setelah serangan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran pasar. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Reuters, Brent untuk pengiriman Januari naik 1,6 persen menjadi US$99,86 per barel.
Pada pukul 09.22 WIB, harga berjangka Brent bertambah US$1,57 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik US$1,10 atau 1,22 persen menjadi US$91,62 per barel.
Kenaikan itu terjadi setelah harga minyak sempat turun karena pasar memperkirakan perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran akan mereda. Konflik tersebut disebut telah memasuki bulan kesembilan.
Ekspektasi itu menguat setelah Partai Demokrat merebut kendali Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pada Rabu (4/11/2026), sentimen tersebut sempat mendorong harga minyak turun hingga 8 persen ke tingkat terendah dalam dua bulan.
Namun, harga kembali menguat setelah serangan terhadap kapal tanker meningkat pada Rabu dan Kamis (5/11/2026) di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Menurut laporan yang sama, perkembangan itu menghapus harapan pasar terhadap meredanya konflik.
Ahli Strategi Komoditas Senior ANZ Daniel Hynes menilai aksi jual pada Rabu berlebihan. Ia mengatakan sentimen kemenangan Demokrat sempat menekan harga, tetapi situasi geopolitik kembali menjadi perhatian pedagang pada Kamis.
Hynes juga menilai Iran menguasai Selat Hormuz dan kecil kemungkinan melepaskan kendali tersebut. Menurutnya, aliran minyak melalui selat itu saat ini berada di bawah 60 persen kapasitas.
Otoritas Iran menyatakan pada Kamis bahwa tiga kapal tanker menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz. Data badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, juga menunjukkan serangan terhadap kapal di perairan tersebut masih berlangsung pada tingkat yang hampir memecahkan rekor.