
Prabowo Bahas Rencana Trem Bali dengan KAI
19 menit yang lalu
Perjanjian kedua pihak membuka peluang pengembangan bersama dan komersialisasi kendaraan bawah air tanpa awak.
Terbit · 1 min read

Technology Innovation Institute (TII) dan Naval Group menandatangani perjanjian pada 3 November 2026 untuk menjajaki pengembangan serta komersialisasi teknologi bawah air otonom. Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Business Wire, kerja sama itu diumumkan dalam ajang Euronaval 2026.
TII, pilar penelitian terapan dari Advanced Technology Research Council (ATRC) Abu Dhabi, membawa keahlian di bidang sistem otonom. Naval Group merupakan perusahaan pertahanan kelautan dengan pengalaman dalam perancangan, pengembangan, dan integrasi sistem otonom kelautan.
Kedua pihak akan mengeksplorasi peluang pengembangan bersama dan komersialisasi kendaraan bawah air tanpa awak. Kerja sama itu bertujuan menghadirkan solusi otonom untuk pengawasan maritim berkelanjutan dan pengintaian bawah air di perairan yang tidak diperebutkan.
Rencana tersebut juga mencakup kendaraan bawah air tanpa awak untuk operasi di perairan yang diperebutkan. Sumber menyebutnya sebagai kendaraan bawah air tanpa awak untuk operasi tempur.
Salah satu bidang yang akan dijajaki ialah pemaduan kemampuan kendaraan bawah air tanpa awak berukuran ekstra besar milik TII dengan pengalaman Naval Group dalam kemampuan tempur bawah air tanpa awak.
Aurore Neuschwander, Wakil Presiden Eksekutif Bidang Sistem Senjata Drone, Otonom, dan Bawah Air di Naval Group, mengatakan kemitraan itu mencerminkan ambisi bersama untuk mendorong inovasi dan mengembangkan kemampuan bawah air otonom. Menurut Neuschwander, kemampuan tersebut penting untuk menghadapi tantangan keamanan maritim yang berkembang di UEA.
Dr. Najwa Aaraj, Kepala Eksekutif TII, mengatakan kerja sama itu memadukan keunggulan penelitian dan teknik kelautan kedua pihak. Ia menyebut kolaborasi tersebut membuka peluang mempercepat pengembangan teknologi dari kemampuan laboratorium menjadi sistem yang siap diterapkan.
Perjanjian itu menjadi kerangka bagi kedua perusahaan untuk memadukan keahlian mereka. Menurut laporan yang sama, kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung peran UEA dalam teknologi maritim canggih dan memperkuat kerja sama dengan basis industri angkatan laut Prancis.