
Tujuh Kesalahan Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan
12 menit yang lalu
Karangetang tercatat meletus tiga kali, disertai guguran lava pijar dan aktivitas kegempaan saat berstatus Waspada.
Terbit · 1 min read

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mencatat Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026), menurut laporan ANTARA Manado.
Personel Pos PGA Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, menyampaikan keterangan itu di Manado pada Senin. Letusan terjadi pukul 19:23, 19:38, dan 21:18 WITA dengan durasi sekitar 93, 151, dan 88 detik secara berurutan.
"Tinggi letusan 1.000 meter, berwarna kelabu," kata Muhamad. Ia juga menyebut terdengar suara dentuman dan gemuruh dengan intensitas lemah hingga kuat.
Pengamatan mencatat guguran lava pijar sejauh sekitar 200–700 meter ke arah selatan. Ke arah barat dan barat daya, guguran teramati sejauh sekitar 700–1.000 meter; laporan juga menyebut Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, dan Kali Kiawang.
Menurut laporan yang sama, pada malam hari teramati sinar api kawah selatan sekitar 5–50 meter dan kawah utara sekitar 5–300 meter melalui CCTV.
Data kegempaan mencatat tiga gempa letusan, 26 gempa guguran, 124 gempa embusan, 19 gempa tremor nonharmonik, 25 gempa tremor harmonik, satu gempa hibrida atau fase banyak, enam gempa vulkanik dangkal, dua gempa vulkanik dalam, dan 11 gempa tektonik jauh.
Status aktivitas Karangetang berada pada Level II atau Waspada. Rekomendasi yang disampaikan mengimbau masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati, mendaki, atau beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah utara dan kawah utama, serta di perluasan zona bahaya sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Masyarakat diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu karena tumpukan material lava sebelumnya belum stabil dan mudah runtuh. Warga di sekitar sungai yang berhulu dari puncak juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.