
Kemlu Jepang Sebut 3.600 Data Mungkin Terdampak
11 menit yang lalu
Pemprov Lampung mengembangkan klon kopi robusta lokal di Kebun Induk Hanakau untuk meremajakan tanaman tua.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Lampung mengembangkan klon unggul lokal kopi robusta hasil pengembangan petani, menurut laporan ANTARA. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Desti Arisandi mengatakan pengembangan itu dilakukan untuk mendukung kreativitas petani.
Pengembangan berlangsung di Kebun Induk Hanakau, Lampung Barat. Dalam keterangannya di Bandarlampung pada Jumat (30/10/2026), Desti menyebut petani di Lampung Barat banyak mengembangkan klon kopi robusta.
Desti mengatakan kebun koleksi dan kebun produksi di Kebun Induk Hanakau mencakup 10 hektare. Klon yang dihasilkan petani dikembangkan dan disambungkan dengan pohon produksi yang sudah ada.
Menurut Desti, dari 10 hektare tanaman kopi di kebun tersebut, enam hektare berusia 15–20 tahun dan kurang produktif. Tanaman tua itu disambung dengan klon unggul lokal agar kembali produktif.
Ia menyebut sejumlah tanaman yang sebelumnya disambung dengan klon unggul lokal telah kembali produktif. Sebagian tanaman bahkan sudah berbuah pada usia dua tahun.
Pengembangan koleksi klon lokal, menurut Desti, juga dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas kerja petani. Ia berharap klon tersebut dapat dilepas sebagai varietas pada masa mendatang.
ANTARA mencatat produksi kopi robusta Lampung pada 2025 mencapai 127.578 ton, naik dari 120.377 ton pada 2024.
Luas areal tanam kopi robusta Lampung pada 2025 tercatat 152.527 hektare. Areal itu terdiri atas 7.921 hektare tanaman belum menghasilkan, 137.792 hektare tanaman menghasilkan, serta 6.814 hektare tanaman rusak atau tua.