
Investasi 500 Juta Dolar AS Masuk ke Batam
9 menit yang lalu
Pendamping sosial dinilai penting untuk membantu warga mengakses layanan digital dan memvalidasi data penerima bansos.
Terbit · 1 min read

Kementerian Sosial menyebut keberhasilan digitalisasi bantuan sosial di Sulawesi Selatan bergantung pada pendamping keluarga penerima manfaat dan pilar sosial. Menurut laporan ANTARA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan mereka berperan menjembatani kendala literasi digital warga.
Saifullah menyampaikan hal itu setelah acara penguatan kapasitas pilar sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (27/10/2026).
Ia mengatakan uji coba digitalisasi bansos di sejumlah wilayah menunjukkan warga masih menghadapi kendala, antara lain tidak memiliki gawai, kurang memahami teknologi, dan ragu mendaftar secara mandiri.
Menurut Saifullah, hasil uji coba di Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan 80 persen penduduk masuk ke sistem layanan digital pemerintah. Dari kelompok yang mendaftar itu, 10 persen mendaftar secara mandiri, sedangkan sisanya dibantu agen Perlinsos.
Kementerian Sosial menilai pendamping diperlukan untuk membantu warga menjalani proses validasi data penerima bantuan agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Saifullah mengatakan relawan dapat mendampingi warga yang membutuhkan perlindungan sosial.
Sulawesi Selatan dilaporkan memiliki sedikitnya 1.147 pilar sosial. Mereka mencakup pendamping Program Keluarga Harapan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, dan Pekerja Sosial Masyarakat yang bekerja di bawah koordinasi Kementerian Sosial dan pemerintah daerah.
Para pendamping juga diharapkan mendorong warga mengusulkan atau menyanggah calon penerima manfaat melalui platform yang disediakan. Saifullah berharap pendampingan membantu mengintegrasikan data bansos dan mengarahkan penyaluran program, termasuk bantuan pangan, jaminan kesehatan, dan Sekolah Rakyat.