
Dini Rahmania: Pesantren Mitra Edukasi Karhutla
12 menit yang lalu
Pertamina membahas investasi hulu migas dan kelancaran perdagangan minyak mentah untuk mendukung ketahanan energi kawasan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, PT Pertamina (Persero) membahas peningkatan investasi hulu minyak dan gas bumi serta perdagangan minyak mentah di Asia Tenggara untuk mendukung ketahanan energi negara-negara ASEAN di tengah gejolak geopolitik.
Pembahasan itu berlangsung dalam Pertemuan ke-51 Dewan ASEAN tentang Perminyakan dan Energi (ASCOPE) di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2026). Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan hal tersebut saat ditemui di sela-sela kegiatan.
“Kami berusaha untuk mendiskusikan hal-hal yang bisa kita lakukan untuk penyelamatan Indonesia, penyelamatan ASEAN, dan seterusnya,” ujar Oki, menurut laporan ANTARA.
Para peserta membahas kerja sama untuk mendorong investasi besar di sektor hulu migas ASEAN dan infrastruktur pendukungnya. Menurut laporan yang sama, Oki mengatakan mereka juga membicarakan upaya membuat kebijakan fiskal sektor hulu lebih menarik bagi investor dari seluruh dunia.
Pertemuan itu turut membahas kelancaran perdagangan minyak mentah di kawasan. Oki menyebut negara-negara ASEAN perlu memperkuat produksi, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, serta negara lain yang memiliki hidrokarbon.
Menurut laporan yang sama, Oki mengaitkan pembahasan tersebut dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada Februari 2026. Ia mengatakan ketegangan itu menyebabkan Selat Hormuz tertutup untuk waktu yang cukup panjang.
Oki menyatakan penutupan Selat Hormuz memengaruhi pasokan energi dunia, termasuk Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Kondisi itu, menurutnya, mendorong pembahasan untuk memperkuat produksi migas dan menjaga ketahanan energi kawasan.
Oki mengatakan Indonesia berkepentingan mengamankan energi karena merupakan negara pengimpor bersih energi.