
DPRD Nagekeo Desak OPD Percepat Program 2026
11 menit yang lalu
Program di Australia mencakup pelatihan konservasi serta penelitian asal-usul koleksi budaya.
Terbit · 1 min read

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) terlibat dalam program penelusuran asal-usul artefak Lombok yang tersimpan di museum dan galeri seni Australia. Menurut laporan ANTARA, program peningkatan kapasitas itu didanai kolektor Australia Michael Abbott.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan seorang staf museum akan mengikuti program tersebut selama enam pekan di Australia, mulai akhir 2026. Ia menyampaikan keterangan itu setelah peluncuran buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles di Mataram pada Kamis (29/10/2026).
Nuralam mengatakan peserta akan mempelajari konservasi serta meneliti atribusi dan asal-usul benda budaya. Staf yang ditugaskan diharapkan memiliki kemampuan bahasa Inggris dan pengetahuan permuseuman yang memadai.
Menurut laporan yang sama, peserta akan belajar di tiga institusi, yakni Art Gallery of South Australia, Flinders University, dan Botanic Garden. Program juga mencakup pengetahuan tentang pengembangan kegiatan publik di Kebun Raya Sydney, termasuk pemberdayaan lansia sebagai edukator kebun raya.
Nuralam menyebut beasiswa itu bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dan diplomasi kebudayaan Indonesia-Australia. Ia berharap pengalaman peserta dapat diterapkan setelah kembali ke Museum NTB.
Abbott mengatakan beasiswa itu berangkat dari keprihatinannya terhadap koleksi tekstil di museum dan galeri Australia yang disebut berasal dari Bali, sementara Lombok jarang dicantumkan sebagai daerah asal artefak.
Menurut laporan yang sama, penelitian peserta tidak terbatas pada tekstil, tetapi juga mencakup keramik dan artefak lain dalam koleksi Australia. Abbott berharap program tersebut menjadi hubungan timbal balik yang menguntungkan dan kelak memungkinkan seseorang dari Australia belajar di Lombok.