
BGN Targetkan 10 Ribu Dapur Sajikan MBG Prasmanan
12 menit yang lalu
Program peningkatan kelas RSUD berjalan bertahap pada 2025-2027, disertai revitalisasi Puskesmas untuk memperluas layanan kesehatan.
Terbit · 2 min read

Pemerintah menjalankan program peningkatan kelas 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C pada 2025-2027. Menurut laporan CNBC Indonesia, program itu menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan di daerah.
Menurut laporan yang sama, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per September 2026, 21 dari 22 RSUD yang ditargetkan pada 2025 telah selesai dibangun dan 18 di antaranya sudah beroperasi. Dari 20 RSUD yang menjadi target pada 2026, pembangunan 18 rumah sakit telah dimulai, sedangkan 24 RSUD untuk program 2027 masih dalam tahap perencanaan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pengembangan RSUD diarahkan agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang memadai tanpa selalu dirujuk ke kota besar. Ia menyampaikan, “Strateginya adalah memastikan setiap kabupaten dan kota bisa melayani dan menyembuhkan pasien dengan penyakit-penyakit tersebut tanpa perlu dirujuk ke kota besar,” pada Kamis (29/10/2026).
Menurut laporan yang sama, Budi menyebut pemerataan layanan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar akses kesehatan tidak dibatasi lokasi tempat tinggal dan tidak hanya dinikmati masyarakat di Pulau Jawa.
Program peningkatan kelas RSUD mencakup sejumlah wilayah, antara lain Sumba Barat Daya, Raja Ampat, Kepulauan Anambas, Kepulauan Aru, Nias, serta sejumlah kabupaten di Papua. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan revitalisasi RSUD merupakan bagian dari upaya memperluas pelayanan dengan kualitas setara di seluruh Indonesia.
Dante mengatakan pemerintah akan menempatkan dokter dari Kementerian Kesehatan di daerah. Ia menyampaikan, “Ini merupakan akselerasi kita untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan dari Sabang sampai Merauke, di seluruh desa dan kota dengan kualitas yang sama. Nanti dokter-dokter ditempatkan dari Kementerian Kesehatan ke daerah-daerah tersebut,” menurut laporan CNBC Indonesia.
Pemerintah juga mendorong revitalisasi Puskesmas dan penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP), yang menyusun layanan berdasarkan siklus hidup, dari bayi dan anak hingga lanjut usia. Kementerian Kesehatan menyebut 9.000 Puskesmas telah menerapkan ILP dan 7.508 Puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah.
Kementerian Kesehatan menyebut telah mendistribusikan sekitar 300.000 alat antropometri ke Posyandu dan 10.000 alat ultrasonografi ke Puskesmas. Pemerintah juga akan memperkuat 10.000 Puskesmas dengan perangkat sinar-X untuk skrining tuberkulosis dan teknologi diagnosis molekuler, serta menargetkan pembangunan 1.988 Puskesmas baru pada 2027-2029.