
Tujuh Kesalahan Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan
11 menit yang lalu
Kapolda Sulut mengajak ormas adat bekerja sama menjaga kamtibmas dan mendengar aspirasi masyarakat.
Terbit · 1 min read

Polda Sulawesi Utara menggandeng organisasi masyarakat adat Minahasa untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurut laporan ANTARA Manado, ajakan itu disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto dalam pertemuan bersama ormas adat di Tateli, Kabupaten Minahasa.
Pertemuan berupa silaturahim dan temu pagi itu berlangsung pada Senin (2/11/2026) di Tateli. Yudo memperkenalkan diri sebagai Kapolda Sulut yang baru menggantikan pejabat sebelumnya, sekaligus meminta dukungan masyarakat.
Yudo mengatakan keberhasilan tugas kepolisian membutuhkan bantuan seluruh komponen masyarakat, terutama organisasi adat. Ia mengajak ormas adat menjaga situasi kamtibmas melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.
Menurut laporan yang sama, Yudo mencontohkan bahwa gangguan kamtibmas dapat menghambat kegiatan warga, termasuk aktivitas perkantoran, sekolah, dan perdagangan. Ia menyebut dampak tersebut dapat merugikan masyarakat.
Yudo juga menyatakan program “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diwujudkan melalui kehadiran polisi di tengah warga untuk mendengar aspirasi, keluhan, dan kritik yang membangun. Ia mengatakan, “Saya, Polri khususnya tidak anti-kritik. Kritik-kritik yang membangun saya akan apresiasi dan terima kasih,” katanya.
Yudo mengingatkan masyarakat agar menghubungi pihak kepolisian jika menemukan kendala atau membutuhkan bantuan. Ia menyebut layanan pusat panggilan 110 siap melayani masyarakat secara cepat dan terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat, mulai dari polsek, polres, hingga polda.
Ketua Laskar Manguni Indonesia Pendeta Hanny Pantouw menyambut positif pendekatan tersebut. Ia menilai dialog langsung Kapolda dengan tokoh ormas adat merupakan bentuk penerapan program “Polisi Bersama Masyarakat”.
Pantouw menyebut ormas adat memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan perdamaian kepada warga. Ia menyatakan organisasi adat berkomitmen bekerja sama dengan Polda Sulut untuk menjaga NKRI, menjaga agar tidak terjadi keributan soal agama, dan mencegah tawuran antarkampung.