
Psikolog Uraikan Dampak Keluhan Berulang
15 menit yang lalu
Rencana trem menghubungkan Bandara Ngurah Rai dan Canggu melalui dua tahap pembangunan.
Terbit · 1 min read

Presiden Prabowo Subianto membahas rencana pembangunan trem di Bali bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin. Menurut laporan CNBC Indonesia, pembahasan itu berlangsung dalam rapat terbatas di Istana Negara pada Kamis (5/11/2026).
Bobby mengatakan rute yang direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu. Pembangunan akan dibagi menjadi dua tahap, yakni dari bandara ke Legian, lalu dari Legian ke Canggu.
Menurut Bobby, masing-masing tahap diperkirakan memerlukan waktu pembangunan dua tahun. Ia juga menyebut investasi proyek tersebut diperkirakan lebih dari Rp2 triliun.
Bobby mengatakan KAI telah memperhitungkan kebutuhan pembebasan tanah dan berencana membangun trem itu sendiri. Laporan yang sama menyebut Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah mengungkap rencana trem listrik bertenaga baterai di koridor bandara-Canggu, Kabupaten Badung.
Rencana awal mencakup trase sekitar 12 kilometer dengan dua lintasan dan area persilangan. Lebar trase diperkirakan sekitar tiga meter, sedangkan dimensi trem sedikit di atas dua meter atau lebih kecil daripada bus.
Proyek ini diproyeksikan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas kawasan. Menurut laporan yang sama, pergerakan di koridor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 150 ribu orang dan 80 ribu kendaraan per hari.
Trem direncanakan mendukung mobilitas warga dan wisatawan serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Dalam kondisi maksimal, kapasitas angkutnya diproyeksikan 15 ribu hingga 20 ribu penumpang, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dan jeda keberangkatan sekitar 10 menit.
Laporan CNBC Indonesia menyebut kapasitas angkut harian saat beroperasi maksimal diproyeksikan sekitar 60 ribu penumpang, atau diharapkan dapat mengakomodasi sekitar 40 persen mobilitas di koridor itu. Peletakan batu pertama ditargetkan pada Maret 2027, tahap pertama mulai beroperasi pada 2028, dan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan beroperasi pada 2029.