
DPRD Nagekeo Desak OPD Percepat Program 2026
13 menit yang lalu
Enam sanggar di Madurejo mengajak warga lintas usia berlatih karawitan dan menjaga gamelan tetap dimainkan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, enam sanggar karawitan di Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, menghidupkan kembali kegiatan gamelan yang sempat terancam berhenti. Upaya yang dimulai pada 2024 itu melibatkan warga dari berbagai kelompok usia.
Sekretaris Lurah Madurejo Hartoto Wahyudi mengatakan, pada awalnya terdapat sembilan perangkat gamelan di wilayah yang terbagi menjadi 16 padukuhan. Menurut Hartoto, perangkat-perangkat itu usang dan tidak terawat karena lama tidak digunakan.
“Dua tahun lalu, sekitar tahun 2024, Madurejo termasuk hampir punah gamelannya,” kata Hartoto kepada ANTARA pada 29 Oktober 2026. Dari kelompok yang ada saat itu, hanya Karawitan Madularas yang masih berlatih, itu pun tidak rutin dan sebagian besar anggotanya berusia di atas 70 tahun.
Pengurus Desa Budaya Madurejo kemudian memulai program pelatihan karawitan pada 2024 untuk peserta dari usia dini hingga dewasa. Sanggar dibentuk terutama di dusun yang telah memiliki perangkat gamelan.
Pada tahap awal, terbentuk 11 sanggar. Hartoto mengatakan, kesibukan dan kurangnya konsistensi membuat jumlah sanggar yang bertahan menyusut menjadi enam.
Keenamnya adalah Sanggar Seni Puspo Laras di Dusun Kembang, Jodhipati di Kebondalem, Ngudhi Laras di Gangsiran, Sekar Jagad di Mutihan, Yoga Madularas di Majasem, dan Jagad Dhita di Macanan. Setiap sanggar beranggotakan sekitar 15 hingga 20 orang, termasuk pedagang, karyawan, ibu rumah tangga, dan pelajar.
Tabuhan gamelan kini menarik minat warga untuk berlatih setidaknya sekali sepekan. Materi latihan mencakup tembang macapat, dolanan bocah, dan variasi iringan. Hartoto mengatakan, kegiatan rutin dapat menumbuhkan minat warga untuk ikut serta dan menjadikan karawitan sebagai kebiasaan.
Pemerintah Kalurahan Madurejo memberi ruang bagi sanggar untuk tampil melalui kegiatan Garebeg Madurejo #3. Festival Karawitan Madurejo Gumblegur yang menjadi bagian kegiatan itu digelar pada 3 Oktober 2026 dan menampilkan tujuh perangkat gamelan: enam dari sanggar serta satu set gamelan sepuh dari Kalurahan Madurejo.
Hartoto mengatakan, setelah festival, masing-masing sanggar akan berkompetisi dalam penggarapan karya. Aksan Pratama, anggota Sanggar Seni Puspo Laras, menyebut latihan menjadi kegiatan rutin yang menyenangkan; ia mulai belajar kendang di sanggar tersebut dan telah mengiringi lebih dari lima pementasan karawitan maupun teater tradisional.