
DPRD Nagekeo Desak OPD Percepat Program 2026
13 menit yang lalu
Motor listrik diprioritaskan bagi kelompok pengguna tertentu mulai 2027 sebelum diperluas ke seluruh provinsi.
Terbit · 1 min read

Pemerintah menargetkan penggunaan motor listrik meluas ke seluruh provinsi di Indonesia pada 2031-2035. Menurut laporan CNBC Indonesia, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut pemerintah akan memprioritaskan sejumlah kelompok pengguna mulai 2027.
Faisol menyampaikan rencana itu dalam Periklindo Electric Vehicle Conference di Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Tahap awal pada 2027-2030 akan menyasar kurir, pengemudi ojek daring, armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar.
Dalam acara tersebut, Faisol mengatakan, “Kita memiliki sasaran utama, sepeda motor sebagai prioritas utama di mana tahun 2027 hingga 2030, kita akan memberikan fokus kendaraan motor listrik untuk kurir, ojek daring (ojol), armada perusahaan, kendaraan dinas, dan masyarakat di kota besar,”.
Pemerintah merencanakan perluasan secara bertahap, dimulai dari kelompok pengguna tertentu dan kota-kota besar sebelum menjangkau wilayah lain. Laporan yang sama menyebut penggunaan untuk kebutuhan operasional menjadi bagian dari strategi perluasan kendaraan listrik.
Penggunaan motor listrik untuk kebutuhan operasional, seperti kurir dan ojek daring, berpotensi berlangsung rutin. Kelompok pengguna tersebut menjadi salah satu sasaran awal dalam mendorong elektrifikasi sektor transportasi.
Menurut laporan yang sama, persiapan industri dan infrastruktur menjadi perhatian seiring besarnya populasi kendaraan. Faktor yang disebut mencakup ketersediaan produk sesuai kebutuhan masyarakat, fasilitas pengisian daya, dan dukungan pasokan listrik.
Menurut laporan CNBC Indonesia, Faisol menyatakan bahwa menjelang 2027, pertumbuhan industri kendaraan listrik perlu memberi manfaat bagi perekonomian nasional. Ia mengatakan penguatan tingkat komponen dalam negeri perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk, daya saing industri, penguasaan teknologi, dan pengembangan kapasitas.