
Tujuh Kesalahan Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan
12 menit yang lalu
Susetio Cahyadi mengingatkan pelajar menjauhi narkoba, kekerasan, judi daring, dan perilaku berisiko lainnya.
Terbit · 2 min read

Wakil Kepala Polda Sulawesi Utara Brigjen Pol Susetio Cahyadi mengajak pelajar menjauhi narkoba, tawuran, perundungan, kekerasan, dan judi daring saat menjadi pembina upacara di SMK Negeri 3 Manado. Menurut laporan ANTARA Manado, ia menyebut perilaku tersebut dapat merusak masa depan generasi muda.
Kegiatan itu berlangsung di SMK Negeri 3 Manado, Manado, hari itu. Cahyadi mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan dan implementasi Program Quick Wins 1 Kapolri untuk menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, terutama di lingkungan pendidikan.
Cahyadi mengingatkan siswa agar tidak terpengaruh pergaulan negatif. Menurut dia, penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, mengganggu pendidikan, dan berujung pada persoalan hukum.
Ia juga meminta pelajar menghindari tawuran, perundungan, serta segala bentuk kekerasan. “Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik,” kata Cahyadi.
Selain itu, siswa diingatkan agar menjauhi konten pornografi, penghinaan, dan penyebaran konten kekerasan. Ia meminta mereka tidak merekam perkelahian untuk dijadikan tontonan atau konten viral karena aktivitas di ruang digital meninggalkan jejak.
Dalam hal keselamatan berlalu lintas, Cahyadi meminta siswa menaati aturan dan tidak mengendarai sepeda motor jika belum memenuhi persyaratan, termasuk memiliki Surat Izin Mengemudi. Ia juga mengajak pelajar melapor kepada guru, orang tua, kepolisian terdekat, atau layanan Polri 110 jika mengalami atau mengetahui ancaman, kekerasan, maupun tindak pidana.
Cahyadi mengajak siswa menjaga persaudaraan dan menghormati sesama dengan menjunjung tinggi kearifan lokal Sulawesi Utara, yakni Torang Samua Basudara. Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo mengatakan program Polisi Peduli Pendidikan merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan upaya pencegahan dini kenakalan remaja.
Menurut Endrastiawan, program tersebut juga bertujuan membangun kedekatan dengan pelajar dan memberikan edukasi agar mereka mampu menjaga diri, bijak menggunakan teknologi, serta menjauhi narkoba, tawuran, perundungan, dan judi daring. Ia berharap sekolah menjadi lingkungan yang aman dan nyaman untuk belajar serta mendukung lahirnya generasi muda terampil, berkarakter, dan berintegritas.