
Nasi Dingin dan Pengaruhnya pada Gula Darah
14 menit yang lalu
Warga menolak proyek karena khawatir desa dan lahan terdampak, sementara pemerintah menyebut bendungan strategis.
Terbit · 2 min read

Warga di Arunachal Pradesh, India, menolak rencana pembangunan Proyek Multiguna Siang Upper (SUMP), bendungan pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 11.200 megawatt. Menurut laporan CNN Indonesia, pasukan paramiliter dikerahkan setelah demonstrasi pekan lalu di Lembah Siang.
Lembah Siang berbatasan dengan Tibet. Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi dalam demonstrasi tersebut menyebabkan empat perempuan terluka.
Warga khawatir bendungan akan menenggelamkan desa leluhur, merusak lahan pertanian, menggusur penduduk, serta mengancam mata pencaharian dan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat, terutama komunitas suku Adi. Polisi menyebut sejumlah pengunjuk rasa merusak kendaraan kepolisian dan melempari petugas dengan batu.
Proyek Sungai Siang pertama kali diusulkan sebagai proyek nasional oleh pemerintah India yang dipimpin Partai Kongres pada 2008. Pemerintah India memandang proyek itu strategis untuk memperkuat ketahanan air dan energi nasional, terutama di tengah rencana pembangunan bendungan China di bagian hulu sungai yang sama.
China mengumumkan rencana pembangunan Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air Medog pada Desember 2024 dan mengklaim proyek itu akan menjadi yang terbesar di dunia. Proyek tersebut direncanakan berkapasitas 60.000 megawatt dengan ketinggian sekitar 2.000 meter. Pemerintah Arunachal Pradesh menyebut proyek China itu sebagai “ancaman eksistensial”.
Sengketa wilayah India-China turut melatarbelakangi ketegangan. Kedua negara mengklaim Arunachal Pradesh, yang disebut Zangnan oleh Beijing; Sungai Siang mengalir dari Tibet menuju Arunachal Pradesh dan dikenal sebagai Yarlung Zangbo di Tibet.
Kelompok Pemuda Adi Bane Kebang (ABKU) memperingatkan SUMP dapat menenggelamkan sejumlah desa dan menimbulkan kerugian besar. Pekan itu, ABKU menuntut pembebasan segera para anggotanya yang ditahan terkait demonstrasi menolak pembangunan bendungan.
Mantan Ketua Menteri Arunachal Pradesh Gegong Apang menyerukan pembatalan proyek. Partai Kongres mengaitkan demonstrasi dengan gerakan anak muda untuk melindungi hak-hak “lingkungan dan masyarakat setempat”; pemimpinnya, Pawan Khera, menulis melalui platform X: “Generasi Z di seluruh negeri turun ke jalan. Di Delhi, mereka menuntut pendidikan. Di Arunachal Pradesh, mereka menuntut perlindungan hutan, sungai, dan ekosistem yang telah menjadi sandaran masyarakat Adi selama berabad-abad.”
Pemerintah Arunachal Pradesh meningkatkan pengamanan untuk mengantisipasi demonstrasi lanjutan dan menilai kekhawatiran masyarakat dipengaruhi informasi yang salah serta kesalahpahaman mengenai proyek. Wakil Ketua Menteri Chowna Mein mengatakan bendungan India direncanakan memiliki ketinggian sekitar 280–300 meter dan kapasitas penyimpanan aktif sekitar 9,2 miliar meter kubik, sedangkan proyek Medog diperkirakan menyimpan 5,5 miliar meter kubik air. Mein menyatakan bendungan India dapat membantu mengatur debit dan mengurangi risiko banjir di hilir jika terjadi pelepasan air mendadak atau aliran ekstrem dari hulu. Menurut Mein, kapasitas pembangkit listrik dalam megawatt berbeda dari kapasitas penyimpanan air.