
Satgas PRR Kawal Infrastruktur dan Fasilitas UMKM
9 menit yang lalu
Amran menyoroti dugaan praktik perantara yang berpotensi merugikan peternak dan membebani konsumen.
Terbit · 1 min read

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan praktik perantara yang mengambil keuntungan tidak wajar dalam rantai distribusi pangan, khususnya sektor peternakan. Praktik itu diduga merugikan peternak dan membebani konsumen. Menurut laporan iNews.id, Amran mengatakan pihak yang terbukti mempermainkan harga akan ditindak.
Laporan dari Jakarta itu menyebut Amran menyoroti harga ayam yang turun di tingkat peternak, sementara harga yang dibayar konsumen meningkat. Keterangan tersebut dikutip pada Rabu (28/10/2026), bukan sebagai waktu terjadinya anomali harga.
“Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar,” ucap Amran, menurut laporan yang sama.
Amran menyebut kondisi tersebut berpotensi merugikan sekitar 4,8 juta peternak. Ia mengatakan pemerintah akan menelusuri rantai distribusi bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak yang diduga melakukan praktik perdagangan tidak bertanggung jawab.
"Kita tindak tegas. Tidak ada kompromi," kata Amran, menurut laporan yang sama.
Selain penelusuran, pemerintah menyiapkan pembenahan sistem produksi dan distribusi pangan melalui skema terintegrasi. Skema yang disebut sistem tertutup itu dirancang menghubungkan petani jagung dengan peternak melalui koperasi.