
Nasi Dingin dan Pengaruhnya pada Gula Darah
10 menit yang lalu
IHSG berpeluang menguat, tetapi analis mengingatkan risiko koreksi jika level penopang ditembus.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan, dengan risiko koreksi jika menembus level tertentu.
Herditya menyebut IHSG berpeluang menuju 5.456-5.564 dalam skenario terbaik. Namun, jika menembus 4.907, indeks berpotensi terkoreksi ke kisaran 4.763-4.845, menurut riset hariannya yang dikutip CNNIndonesia.com.
Untuk perdagangan Selasa (3/11/2026), Herditya memperkirakan IHSG bergerak dengan level penopang 5.012 dan 4.907 serta batas atas 5.328 dan 5.460. Ia merekomendasikan saham BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG mulai menunjukkan peluang berbalik menguat setelah menembus batas atas minor 5.123. Meski demikian, risiko pelemahan hingga di bawah 4.800 masih membayangi indeks, menurut laporan yang sama.
Ivan juga mengingatkan potensi tren turun, terutama jika IHSG menembus level penopang krusial 4.972. Ia memproyeksikan level penopang 4.972, 4.895, dan 4.767 serta batas atas 5.418, 5.561, dan 5.716 pada perdagangan tersebut.
Ivan merekomendasikan saham AMRT, BMRI, DEWA, dan INDF.
Pada penutupan perdagangan Senin (2/11/2026), IHSG berada di level 5.096, naik 39,78 poin atau 0,79 persen dari perdagangan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, laporan itu menyebut nilai transaksi mencapai Rp12,39 triliun dengan volume 35,31 miliar saham.
Pada penutupan tersebut, sebanyak 315 saham menguat, 285 saham terkoreksi, dan 118 saham stagnan. Catatan redaksi dalam materi menyebut keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.