
Menlu Indonesia dan Singapura Bahas Karhutla
19 menit yang lalu
BCA memperkirakan permodalan tetap terjaga, didukung pertumbuhan laba dan kredit produktif.
Terbit · 1 min read

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan rasio kecukupan modal (CAR) tetap berada di sekitar 27 persen hingga akhir 2026 meski membagikan dividen interim secara kuartalan. Menurut laporan ANTARA, Direktur BCA Vera Eve Lim menyebut pertumbuhan laba mendukung proyeksi tersebut.
Vera menyampaikan proyeksi itu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Dalam laporan keuangan BCA per September 2026, CAR tercatat sebesar 27,51 persen.
“Bagaimana proyeksi akhir tahun? Saya melihat proyeksi kami akhir tahun, CAR di kisaran tidak jauh berbeda, di 27,4 persen,” kata Vera. Ia menilai tingkat permodalan BCA saat ini masih memberi ruang untuk menopang pertumbuhan bisnis.
Vera juga menjelaskan kenaikan marjin bunga bersih (NIM) sejalan dengan pertumbuhan kredit produktif. Menurut laporan keuangan perseroan, NIM meningkat dari 5,32 persen pada kuartal II 2026 menjadi 5,41 persen pada kuartal ketiga 2026.
Kredit produktif BCA mencapai Rp831 triliun per September 2026, tumbuh 17,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu mencakup kredit korporasi sebesar 20,9 persen, kredit komersial 7,8 persen, serta kredit usaha kecil dan menengah 15,4 persen.
Vera mengatakan pertumbuhan kredit turut menopang peningkatan laba. Ia juga menyebut pertumbuhan dana murah atau CASA, dengan biaya dana yang relatif stabil, mendukung pertumbuhan pendapatan bunga perseroan.
Per September 2026, CASA tumbuh 10,4 persen secara tahunan menjadi Rp1.103 triliun. Giro meningkat 14,9 persen dan tabungan tumbuh 7,4 persen, sementara dana pihak ketiga naik 8 persen menjadi Rp1.301 triliun.
BCA telah membayar dua kali dividen interim, masing-masing pada 26 Juni dan 16 September 2026. Dalam RUPST pada 12 Maret 2026, direksi menyampaikan bahwa dividen interim dapat dibagikan hingga tiga kali pada 2026 jika kondisi keuangan memungkinkan dan dengan persetujuan dewan komisaris; pembagian itu akan diperhitungkan dalam dividen final tahun buku 2026, yang menunggu persetujuan RUPST pada 2027.