
Neraca Beras Sumut Surplus 27.633 Ton hingga Oktober
11 menit yang lalu
Hermawan menilai pemasaran harus membaca perubahan konsumen dan teknologi serta berdampak pada kinerja bisnis.
Terbit · 2 min read

Hermawan Kartajaya menyampaikan bahwa pemasaran bukan sekadar promosi atau penjualan, melainkan strategi untuk memenangkan persaingan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut laporan Manado Post, hal itu disampaikan dalam Studium Generale hasil kolaborasi Indonesia Marketing Association (IMA) dan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).
Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (23/10/2026) di Kampus Utama SBM ITB, Jalan Ganesa Nomor 10, Bandung, Jawa Barat. Acara bertema “Advancing Marketing for a Stronger Indonesia” itu diikuti lebih dari 100 peserta Musyawarah Nasional IMA dan mahasiswa SBM ITB.
Dalam pemaparannya, Hermawan menggambarkan pemasaran sebagai upaya memenangkan persaingan dengan memahami aturan pasar yang terus berubah. Ia menyebut perubahan teknologi, politik dan hukum, ekonomi, sosial budaya, serta dinamika pasar sebagai faktor yang memengaruhi persaingan.
Hermawan mengatakan perusahaan perlu menyesuaikan strategi dengan kebutuhan konsumen dan kesiapan pasar. Menurut laporan yang sama, ia mengingatkan bahwa teknologi baru tidak otomatis menjadi keunggulan jika belum dibutuhkan atau dihargai konsumen, sedangkan keterlambatan beradaptasi dapat membuat perusahaan kehilangan pelanggan.
Ia juga menyoroti pengaruh anak muda, perempuan, dan pengguna internet terhadap perubahan perilaku sosial dan pasar. Perusahaan, menurut Hermawan, perlu memahami pihak yang memengaruhi keputusan pembelian serta nilai yang dianggap penting oleh konsumen.
Hermawan membahas perubahan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan, yang dapat mengubah cara perusahaan memahami konsumen. Ia mengingatkan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab, dengan memperhatikan privasi dan keamanan data serta menempatkan manusia sebagai pusat strategi pemasaran.
Dalam paparannya, Hermawan menguraikan perkembangan pemikiran pemasaran dari Marketing 1.0 hingga Marketing 7.0, termasuk perubahan pendekatan terhadap produk, konsumen, teknologi, dan pengalaman pelanggan. Ia menilai prinsip pemasaran sebelumnya tetap dapat digunakan dengan penyesuaian terhadap karakter konsumen dan lingkungan bisnis.
Hermawan juga menekankan perlunya jiwa kewirausahaan, kejujuran, dan hubungan erat antara pemasaran, keuangan, serta operasional. Keberhasilan strategi, menurutnya, perlu tercermin pada kinerja bisnis, seperti pendapatan, arus kas, dan efisiensi penggunaan aset; kolaborasi IMA dan SBM ITB menjadi ruang pertemuan akademisi dan praktisi untuk membahas masa depan pemasaran.