
Lima Makanan Sarapan untuk Mendukung Fungsi Otak
10 menit yang lalu
ADMR mulai menjual aluminium, SILO membukukan laba Rp928,73 miliar, dan IFII menetapkan dividen interim kedua.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang terbit pada 4 November 2026, IHSG ditutup turun 3,78 persen ke level 4.904,29 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Laporan itu juga memuat lima rekomendasi saham.
Saham MKNT, CDIA, dan MAPI menjadi penopang indeks dengan kenaikan masing-masing 28,57 persen, 2,30 persen, dan 2,89 persen. Tekanan terbesar berasal dari BBRI, BBCA, dan AMMN, yang masing-masing turun 5,67 persen, 2,81 persen, dan 6,79 persen.
Investor asing mencatat jual bersih Rp759,98 miliar di pasar reguler dan Rp575 miliar di seluruh pasar. Kesebelas sektor saham berakhir di zona merah, dengan sektor industri dasar melemah paling dalam, yakni 6 persen.
Menurut laporan yang sama, pelemahan IHSG berlangsung di tengah kekhawatiran kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI dan meningkatnya risiko geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Bursa Amerika Serikat bergerak bervariasi pada perdagangan yang disebut dalam laporan tersebut.
Dari sisi emiten, Alamtri Minerals Indonesia (ADMR) mulai menjual secara komersial sebagian produksi aluminium dari smelter Kalimantan Aluminium Industry pada kuartal ketiga 2026. Perusahaan sedang meningkatkan kapasitas produksi menuju 500.000 ton aluminium per tahun.
Untuk sembilan bulan pertama 2026, pendapatan ADMR naik 85,59 persen secara tahunan menjadi US$1,25 miliar dan laba bersih meningkat 55,51 persen menjadi US$317,53 juta. Laporan menyebut kinerja itu masih terutama ditopang batu bara metalurgi; persediaan yang meningkat mencakup aluminium hasil tahap uji operasi yang telah terikat kontrak penjualan dan diperkirakan terjual dalam satu hingga dua bulan.
Siloam International Hospitals (SILO) membukukan pendapatan Rp10,49 triliun dan laba bersih Rp928,73 miliar pada periode yang sama. Laporan menyebut kenaikan aset perusahaan berkaitan terutama dengan penarikan pinjaman sindikasi Rp6,47 triliun dari BNI untuk mendanai akuisisi aset properti rumah sakit yang telah mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa.
Indonesia Fibreboard Industry (IFII) menetapkan dividen interim kedua tahun buku 2026 sebesar Rp5 per saham, dengan nilai sekitar Rp47,06 miliar. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan 11 November 2026, sedangkan pembayaran dijadwalkan pada 26 November 2026.
Lima rekomendasi yang dicantumkan CNBC Indonesia adalah SMIL: beli Rp410–414, target Rp418–426, batas kerugian Rp396; CYBR: beli Rp346–350, target Rp354–360, batas kerugian Rp330; dan SMMT: beli Rp2.780–2.800, target Rp2.850–2.900, batas kerugian Rp2.650.
Rekomendasi lainnya adalah NPGF: beli Rp46–48, target Rp50–52, batas kerugian Rp45; serta MAPI: beli Rp1.230–1.240, target Rp1.260–1.270, batas kerugian Rp1.180. Laporan menyatakan analisis dan rekomendasi tersebut bersifat informatif, bukan ajakan membeli atau menjual saham.