
Binance Dilaporkan Kehilangan Aset Kripto US$6,3 Miliar
10 menit yang lalu
Volume usaha koperasi tercatat Rp257 triliun pada 2026, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 1,2 persen.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Kementerian Koperasi mencatat volume usaha koperasi mencapai Rp257 triliun pada 2026, dengan sisa hasil usaha (SHU) Rp87 triliun.
Laporan CNBC Indonesia memuat dialog Wakil Menteri Koperasi Farida Faricha dengan Serliana Salsabila dalam program Closing Bell pada Senin (26/10/2026).
Pengelolaan koperasi disebut diarahkan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan bisnis. Digitalisasi juga digunakan untuk memperkuat pendataan koperasi.
Online Data System (ODS) Koperasi mencakup 139 ribu unit koperasi eksisting. Data yang dihimpun meliputi pengurus, volume usaha, SHU, rapat anggota (RAT), dan jenis usaha.
Untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, digitalisasi diterapkan melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih. Sistem itu mencakup data kelembagaan, pengurus, pengawas, volume usaha, transaksi, serta penyaluran distribusi subsidi pemerintah.
Kementerian Koperasi juga mendorong transaksi koperasi menjangkau pasar global melalui keikutsertaan dalam pameran internasional. Menurut laporan yang sama, sejumlah koperasi telah mengikuti pameran dengan produk unggulan seperti kopi dan nira.
Laporan itu menyebut kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto mencapai 1,2 persen. Penguatan koperasi, termasuk melalui 83 ribu desa Kopdes Merah Putih, diharapkan memperkuat rantai pasok desa hingga industri. Materi juga menyebut pembukaan lapangan kerja di KDKMP serta harapan agar tidak terjadi ketimpangan.