
Fore Kopi Konfirmasi Kebocoran Data 5,7 Juta Akun
9 menit yang lalu
KNTI mendorong pendampingan dan penyesuaian pembiayaan agar KUR lebih mudah dijangkau nelayan kecil.
Terbit · 1 min read

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong penguatan pendampingan dan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui koperasi, asosiasi, dan organisasi nelayan. Menurut laporan ANTARA, upaya itu ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan bagi nelayan kecil.
Ketua KNTI Dani Setiawan menyampaikan hal tersebut kepada ANTARA di Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Ia menilai organisasi nelayan lokal dapat membantu lembaga penyalur mendekatkan informasi dan layanan kepada masyarakat pesisir.
Menurut Dani, organisasi setempat memahami kondisi masyarakat, termasuk waktu dan cara yang efektif untuk menyampaikan informasi. Ia mengatakan, “Menurut kami itu yang efektif, karena mereka yang paham kapan waktu pertemuan yang bisa dilakukan, apa informasi yang bisa disampaikan,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Dani menilai pendampingan langsung diperlukan agar nelayan kecil lebih memahami persyaratan dan prosedur pengajuan KUR. Ia menyebut akses informasi yang terbatas dan kurangnya kepercayaan diri untuk mengurus pembiayaan langsung ke bank sebagai kendala bagi sebagian nelayan.
KNTI mendorong lembaga penyalur mengambil pendekatan lebih proaktif agar pembiayaan menjangkau nelayan yang membutuhkan. Materi ANTARA menyebut skema formal menawarkan biaya lebih terjangkau dibandingkan sejumlah sumber pinjaman komersial maupun informal.
Dani mengusulkan pembukaan layanan di lapangan bagi nelayan yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan. Ia menyampaikan usulan itu untuk mendekatkan penyaluran KUR kepada nelayan.
KNTI juga mendorong pendampingan disertai pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan KUR, termasuk penerapan ketentuan persyaratan agunan secara konsisten. Dani menilai skema pembiayaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan skala usaha nelayan.
Nelayan skala mikro, misalnya, membutuhkan modal untuk kegiatan melaut, perbaikan kapal, perawatan mesin, dan pembelian alat tangkap. Koperasi nelayan dapat memanfaatkan pembiayaan bagi kebutuhan usaha bersama dan infrastruktur pendukung perikanan sesuai ketentuan yang berlaku. KNTI berharap langkah-langkah tersebut memperluas akses KUR dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat pesisir.