
Lalu Hadrian Minta Teknologi Pendidikan Merata
10 menit yang lalu
Kepastian regulasi dan perizinan yang efisien dinilai penting untuk menopang ekspansi industri.
Terbit · 1 min read

Senior Fellow Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menilai kepastian regulasi dan efisiensi perizinan diperlukan untuk menjaga momentum penguatan industri Indonesia. Menurut laporan ANTARA, penilaian itu disampaikan menyusul peningkatan sejumlah indikator industri pada Oktober 2026.
Menurut laporan yang sama, PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai 54,0 pada Oktober 2026, tertinggi sejak Maret 2024. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Kementerian Perindustrian naik 1,84 poin menjadi 53,77, tingkat tertinggi sejak Februari 2026.
Krisna mengatakan kepastian kebijakan dan proses perizinan yang cepat, transparan, serta dapat diprediksi dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan permintaan pasar melalui ekspansi produksi dan investasi baru. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026), ia menyatakan momentum perlu dijaga melalui kepastian kebijakan dan penerapan kesepakatan tingkat layanan (SLA) perizinan berusaha yang semakin baik.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan indeks pesanan baru IKI mencapai 56,08, tertinggi kedua sejak November 2022. Indeks produksi berada di level 55,38.
Krisna menilai kenaikan pesanan perlu diimbangi kesiapan kapasitas produksi dan dukungan kebijakan. Ia menyebut penerapan standar waktu pelayanan perizinan yang lebih baik dapat memberi kepastian bagi perusahaan dalam merencanakan operasional dan investasi.
Ia juga mengingatkan keterbatasan kapasitas produksi dan tekanan biaya masukan dapat memengaruhi kemampuan perusahaan memenuhi peningkatan permintaan. Menurut laporan yang sama, 19 dari 23 subsektor industri berada dalam fase ekspansi; subsektor-subsektor itu mencakup 94,4 persen PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan II 2026.
Proporsi pelaku usaha yang melaporkan penurunan kegiatan usaha turun menjadi 19,5 persen, terendah sejak November 2022. Kementerian Perindustrian menilai perkembangan itu membuka peluang memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung pasokan bahan baku, efisiensi biaya, investasi, dan akses pasar.