
DPRD Sulut Presentasikan Platform SIAP SULUT
12 menit yang lalu
Pertamina membekali delapan UMKM binaan untuk menjajaki peluang pasar dan kerja sama bisnis di pameran pangan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, PT Pertamina (Persero) untuk pertama kalinya mengikutsertakan delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam SIAL Food & Drinks Indonesia 2026. Perusahaan memilih peserta dari ribuan mitra binaannya melalui program SMEPP.
Pameran berlangsung pada 4–6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara itu mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dengan calon pembeli, pemasok, serta distributor dari dalam dan luar negeri.
Menurut laporan yang sama, Pertamina memilih peserta berdasarkan keunggulan produk dan kapasitas produksi, dengan pertimbangan kesiapan mereka menjajaki kerja sama antarpelaku usaha. Manager SMEPP Pertamina, Fety, mengatakan, “Kami membawa 8 UMKM pilihan yang kami kurasi dari ribuan UMKM binaan kami, karena kami melihat mereka memiliki potensi kuat, baik dari sisi kapasitas produksi maupun keunggulan produknya, sehingga siap menjalin kerja sama bisnis ke bisnis (B2B).”
Sebelum pameran, peserta mendapat pelatihan komunikasi bisnis, cara mempresentasikan keunggulan produk, dan negosiasi. Fety menyebut sertifikasi dan kelengkapan legalitas membantu membangun kepercayaan calon pembeli; konsistensi mutu dan ketepatan waktu pemenuhan pesanan juga penting untuk menjaga hubungan bisnis.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan partisipasi itu memberi kesempatan kepada UMKM binaan untuk bertemu calon mitra. Ia berharap pertemuan tersebut berlanjut menjadi kerja sama dan pesanan berulang serta memberi manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam produksi di daerah.
Delapan peserta tersebut adalah Naza De Coco, Roemah Rempah, Dapur Sehati, Natural Bali Kulkul, Dede Satoe, Alzavera, Bali Taru Rahayu, dan Legend Tren. Mereka membawa produk untuk diperkenalkan kepada calon pembeli dan mitra bisnis, sekaligus menjajaki perluasan pasar melalui jejaring nasional maupun internasional.
Bali Taru Rahayu, usaha asal Denpasar yang didirikan Ni Wayan Sudanti, menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2020. Usaha itu mengolah buah tropis Indonesia menjadi selai dengan kandungan buah lebih dari 65 persen; dari sekitar 20 varian, selai mangga, serai, dan jahe telah digunakan hotel bintang lima di Bali. Sudanti berharap pameran itu membuat produknya dikenal para koki dan membuka peluang kerja sama dengan hotel, restoran, serta penyedia katering maskapai.
Naza De Coco dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengolah air kelapa menjadi nata de coco dengan kapasitas produksi 20 ton per minggu. Sekitar 90 persen pasarnya berasal dari segmen antarpelaku usaha, terutama pelanggan industri. Pendiri usaha, Enok Sri Kurniasih, mengatakan bahwa dukungan Pertamina memperluas akses pasar usahanya yang berasal dari desa. Ia juga banyak belajar tentang rencana bisnis, pemetaan model bisnis, hingga pemasaran melalui platform daring. Enok melibatkan hampir 50 perempuan di perdesaan dan mengembangkan nata de coco sebagai bahan alternatif pengganti kulit untuk produk seperti sepatu dan tas.
Pertamina menyatakan pembinaan dan perluasan akses pasar tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Perusahaan juga menyebut upaya itu sejalan dengan Asta Cita ke-3 tentang kewirausahaan dan Asta Cita ke-6 tentang penguatan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi dari desa.